Tak Hanya Dewasa, Anak-anak Makassar Wajib Paham Mitigasi Bencana Sejak Dini

14 hours ago 4
Tak Hanya Dewasa, Anak-anak Makassar Wajib Paham Mitigasi Bencana Sejak DiniSuasana Anak-anak saat Menikmati Outbound Siaga Bencana Milik BPBD Kota Makassar (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai menggeser fokus edukasi kebencanaan dengan menjadikan anak-anak sebagai sasaran utama.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pelatihan mitigasi kini menyasar peserta didik sejak usia dini, mulai dari PAUD hingga tingkat SMP.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan bahwa pemahaman kebencanaan tidak boleh hanya dimonopoli orang dewasa. Menurutnya, anak-anak justru perlu dibekali sejak awal agar mampu menyelamatkan diri saat situasi darurat terjadi.

“Bukan hanya orang dewasa. Anak kecil juga harus dibantu untuk mengetahui seperti apa mitigasi. Ini yang kadang kita lewatkan,” ujarnya, usai menjadi pembicaraan upacara Kesiapsiagaan Bencana di kantor BPBD Kota Makassar jalan Kerung-Kerung, Rabu (29/08).

Ia menilai, kurangnya pengetahuan membuat seseorang cenderung bertindak tanpa arah saat bencana terjadi, yang justru dapat membahayakan keselamatan. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi langkah penting agar anak-anak memahami posisi dan tindakan yang tepat dalam kondisi darurat.

“Kalau tidak paham, orang bergerak semaunya. Padahal itu bisa membahayakan dirinya sendiri,” tambahnya.

Arahan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh BPBD Kota Makassar dengan memperkuat program edukasi berbasis sekolah.

Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli, menyebut pihaknya kini aktif memberikan pembelajaran kebencanaan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan.

“Kesiapsiagaan harus dimulai sejak dini. Kami mulai dari PAUD, SD, sampai SMP, supaya anak-anak tidak panik saat menghadapi bencana,” jelas Fadli.

Materi yang diberikan tidak sekadar teori, tetapi juga praktik sederhana yang mudah dipahami anak-anak. Dalam simulasi banjir, misalnya, siswa diajarkan untuk segera mematikan aliran listrik guna menghindari risiko tersengat.

Sementara pada simulasi kebakaran, anak-anak dilatih untuk merayap saat menyelamatkan diri. Fadli menekankan bahwa ancaman terbesar dalam kebakaran bukan hanya api, melainkan asap beracun yang cenderung naik ke atas.

“Posisi paling aman itu di bawah. Anak-anak kita ajarkan merayap sekitar 30 sentimeter dari lantai sampai keluar ruangan,” ungkapnya.

Untuk menghadapi gempa bumi, siswa juga dibekali pemahaman dasar seperti berlindung di bawah meja atau struktur yang kuat guna mengurangi risiko tertimpa benda.

Pendekatan pembelajaran pun dibuat lebih interaktif. Selain melalui tugas sekolah, anak-anak diajak merasakan simulasi langsung melalui permainan dan aktivitas lapangan agar pengalaman tersebut lebih membekas.

“Mereka belajar sambil bermain. Ada simulasi, ada rintangan, jadi mereka tidak takut. Justru mereka menganggap ini hal biasa,” katanya.

Menurut Fadli, kepanikan menjadi faktor utama yang memperparah dampak bencana. Dengan membiasakan anak-anak menghadapi skenario darurat, diharapkan mereka mampu bertindak cepat dan tepat saat kejadian nyata.

Ia juga mengungkapkan fakta bahwa peran masyarakat sangat dominan dalam penyelamatan korban bencana. Dari seluruh korban terdampak, hanya sebagian kecil yang diselamatkan oleh petugas.

“Sekitar 5 persen diselamatkan oleh petugas. Sisanya, 95 persen itu oleh diri sendiri, tetangga, dan masyarakat sekitar. Makanya edukasi ini penting,” tegasnya.

Memperkuat kapasitas tersebut, BPBD Makassar juga mendorong pembentukan program Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) dan Kecamatan Tangguh Bencana (Kenchana). Program ini bertujuan menjadikan masyarakat sebagai subjek utama dalam penanggulangan bencana, bukan sekadar objek.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan warga di tingkat lokal, diharapkan respons awal terhadap bencana bisa lebih cepat sebelum bantuan resmi tiba di lokasi.

“Setiap menit dalam bencana itu sangat menentukan keselamatan. Jadi masyarakat harus siap, termasuk anak-anak,” tukas Fadli.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news