Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap penyelenggaraan Kongres XI World Union of Jesuit Alumni (WUJA) 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi momentum memperkuat persaudaraan, kepemimpinan, dan pengabdian bagi alumni Jesuit dari berbagai negara.
Menurut Sultan, pertemuan yang bertepatan dengan peringatan 70 tahun WUJA tersebut diharapkan melahirkan semangat baru untuk menghadapi berbagai persoalan sosial yang kini dihadapi dunia.
Harapan tersebut disampaikan Sultan saat membuka Kongres XI WUJA 2026 di Auditorium Universitas Sanata Dharma, Kabupaten Sleman, Kamis (30/7/2026). Forum internasional bertema United in Spirit, Leading with Purpose itu dihadiri lebih dari 1.000 peserta yang berasal dari Indonesia dan berbagai negara.
Sri Sultan mengatakan terpilihnya DIY sebagai tuan rumah bukan sekadar kehormatan menjadi penyelenggara, tetapi juga menjadi ruang batin bagi para alumni Jesuit untuk merefleksikan perjalanan ilmu, iman, dan pengabdian yang telah mereka jalani.
"Dengan semangat itu, saya berharap perjumpaan di Yogyakarta ini tidak selesai ketika forum ditutup. Biarlah dari kota ini lahir keberanian baru, untuk membawa persaudaraan ke tengah dunia, yang sedang diuji oleh kecurigaan, jarak sosial, luka ekologis, dan perpecahan nilai," ujar Sultan.
Menurut Sultan, Kongres XI WUJA memiliki makna lebih dari sekadar forum pertemuan internasional. Kepercayaan yang diberikan kepada DIY sebagai tuan rumah menjadi pengakuan bahwa Yogyakarta merupakan ruang yang mampu mempertemukan berbagai latar belakang, memperkuat dialog, sekaligus merawat semangat persaudaraan.
"Bagi kami, menjadi tuan rumah bukan perkara menerima tamu semata. Dalam tata batin Jawa, tamu adalah titipan rasa. Ia datang membawa cerita, pengalaman, doa, dan harapan. Maka, menyambut tamu berarti membuka ruang bagi persaudaraan untuk duduk, mendengar, dan menemukan irama bersama," katanya.
Sultan juga menegaskan Yogyakarta memiliki hubungan panjang dengan pendidikan Jesuit melalui berbagai lembaga pendidikan, seperti Kanisius, De Britto, hingga Universitas Sanata Dharma. Kehadiran institusi tersebut telah berkontribusi membentuk karakter serta melahirkan banyak tokoh yang mengabdi di berbagai bidang kehidupan.
Ia berharap penyelenggaraan kongres di Yogyakarta mampu mempererat persatuan, memperjelas arah kepemimpinan, sekaligus menguatkan pengabdian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
"Akhirnya, marilah kita rawat api kecil yang menyala di batin masing-masing. Api yang tidak membakar, tetapi menerangi. Api yang tidak menghanguskan perbedaan, tetapi menuntun manusia untuk saling mengenali sebagai sesama ciptaan Tuhan," ujar Sultan.
Yogyakarta Dinilai Tepat Menjadi Tuan Rumah
Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia sekaligus Rektor Universitas Sanata Dharma, Albertus Bagus Laksana S.J., menyambut lebih dari seribu peserta kongres yang terdiri atas alumni Jesuit dari Indonesia maupun berbagai negara.
Menurut Bagus, penyelenggaraan kongres di tengah situasi dunia yang masih diwarnai konflik dan perpecahan menjadi simbol penting bahwa persatuan tetap dapat dibangun melalui dialog dan kebersamaan.
"Kita semakin bersemangat dengan tema United in Spirit, Leading with Purpose. Inilah sesungguhnya kerinduan terdalam kita, yaitu untuk senantiasa dipersatukan dalam semangat yang sama dalam menjalankan misi Tuhan di dunia," katanya.
Bagus menilai Yogyakarta merupakan lokasi yang tepat untuk menyelenggarakan Kongres WUJA karena dikenal sebagai kota budaya dan kota pendidikan yang sejak lama menjadi ruang perjumpaan berbagai budaya dan agama.
Menurutnya, jejaring pendidikan Katolik dan Jesuit turut memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan kehidupan sosial, budaya, dan pendidikan di Yogyakarta.
"Kini, Yogyakarta berkembang menjadi kota global yang semakin berkomitmen menjaga kekayaan tradisi perjumpaan budaya dan agama. Karena itulah, sangatlah tepat apabila Kongres WUJA diselenggarakan di Yogyakarta," ujarnya.
Ia menambahkan WUJA terus berkomitmen melahirkan pemimpin yang memiliki relasi kuat dengan Tuhan, peduli terhadap sesama, berakar pada konteks lokal, sekaligus mampu menjawab tantangan global.
"Kita berkomitmen menjadi warga dunia yang aktif terlibat, bekerja bersama demi kebaikan bersama. Karena itulah, dunia membutuhkan kita, sebuah jejaring global alumni Jesuit," katanya.
Alumni Jesuit Didorong Menjadi Agen Perdamaian
Dalam pidato utamanya, Pemimpin Tertinggi Serikat Jesus, Pater Jenderal Arturo Sosa, S.J., menegaskan alumni lembaga pendidikan Jesuit memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi agen perdamaian, keadilan, dan harapan di tengah masyarakat global.
Menurut Arturo, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari gelar akademik maupun pencapaian profesional, tetapi dari bagaimana para alumninya mengabdikan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan kepemimpinan untuk melayani sesama.
Mengutip pemikiran mendiang Pater Peter-Hans Kolvenbach, S.J., dalam deklarasi tahun 2000, Arturo mengatakan ukuran sejati pendidikan Jesuit adalah komitmen alumninya dalam menjaga martabat manusia, membangun rekonsiliasi, serta memperjuangkan keadilan sosial yang inklusif.
Ia juga mengingatkan berbagai tantangan global, mulai dari konflik bersenjata, krisis iklim, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga meningkatnya polarisasi sosial, membutuhkan kepemimpinan yang mengedepankan dialog dan nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut Arturo, kemajuan teknologi maupun kekuatan ekonomi tidak akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan dunia tanpa kehadiran pemimpin yang bersedia membangun jembatan antarmanusia dan menempatkan martabat manusia sebagai dasar setiap kebijakan.
Kongres XI WUJA 2026 berlangsung hingga 2 Agustus 2026 dengan agenda diskusi, refleksi, serta kolaborasi yang melibatkan alumni Jesuit dari berbagai negara. Penyelenggaraan kongres di Jogja juga menjadi tonggak penting karena Indonesia menjadi negara Asia pertama yang dipercaya menjadi tuan rumah sejak organisasi tersebut berdiri sekitar 70 tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

7 hours ago
8
















































