Dokter Ungkap Penyebab Kanker Payudara Sering Terlambat Terdeteksi

5 hours ago 6

Harianjogja.com, TANGERANG—Dokter subspesialis Bedah Onkologi dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi, SpB, Subsp.Onk (K) mengingatkan bahwa kanker payudara masih menjadi jenis kanker yang paling sering terlambat terdeteksi pada perempuan. Kondisi tersebut membuat banyak pasien baru menjalani pengobatan ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut.

Dalam keterangannya di Kaiser Cancer Center, BSD City, Tangerang, Kamis, Gusti Ayu mengatakan kanker payudara merupakan salah satu kanker dengan jumlah kasus yang tinggi dan berkembang cepat karena hingga kini belum tersedia vaksin untuk mencegahnya.

“Kalau breast cancer itu memang tahu-tahu sudah gede, sudah stadium, padahal katanya benjolannya kecil-kecil aja,” kata dokter Gusti Ayu.

Banyak Pasien Datang Saat Stadium Lanjut

Menurut dokter lulusan Universitas Airlangga itu, salah satu penyebab keterlambatan penanganan adalah masih adanya pasien yang lebih dahulu memilih menjalani pengobatan alternatif sebelum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Akibatnya, ketika pasien akhirnya datang ke rumah sakit, ukuran tumor umumnya sudah membesar. Bahkan, dalam sejumlah kasus, tumor telah berkembang menjadi luka yang menimbulkan bau.

Kondisi tersebut membuat penanganan medis menjadi lebih kompleks dibandingkan apabila kanker ditemukan sejak stadium awal.

Deteksi Dini Dinilai Sangat Penting

Gusti Ayu menekankan bahwa deteksi dini menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan kanker payudara.

Menurutnya, diagnosis yang dilakukan pada stadium awal memungkinkan tindakan operasi menjadi lebih sederhana, biaya pengobatan lebih rendah, serta kebutuhan terapi lanjutan dapat diminimalkan sesuai kondisi pasien.

“Ada baiknya kita lebih dini misalnya let's say mamografi kita kasih untuk program medical checkup, kemudian USG payudara itu misalnya untuk yang lebih muda lagi. Terus jadinya kita bisa tangkap yang stadium-stadium dini yang masih early,” ujar dokter yang juga berpraktik di RSUD Pasar Minggu itu.

Kasus dan Biaya Pengobatan Terus Meningkat

Data BPJS Kesehatan menunjukkan jumlah kasus kanker payudara terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2021, tercatat sebanyak 1.080.031 kasus, kemudian meningkat menjadi 1.941.410 kasus pada 2025, atau bertambah sekitar 860 ribu kasus.

Seiring meningkatnya jumlah kasus, biaya pelayanan kesehatan yang telah terverifikasi juga naik dari sekitar Rp1,03 triliun menjadi Rp1,99 triliun.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengatakan tren tersebut menunjukkan kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit katastropik dengan beban pelayanan dan pembiayaan yang besar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

JKN Jamin Layanan Deteksi Dini

Rizzky menjelaskan, melalui Program JKN, peserta perempuan memperoleh akses terhadap berbagai layanan kesehatan di setiap fase kehidupan, termasuk layanan deteksi dini kanker payudara.

Layanan tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak perempuan melakukan pemeriksaan sejak dini sehingga kanker dapat ditemukan pada stadium awal dan peluang keberhasilan pengobatan menjadi lebih besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news