Newswire Rabu, 26 Agustus 2026 10:27 WIB

Foto ilustrasi beras. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman meski fenomena El Nino berpotensi memengaruhi sektor pangan. Cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog saat ini mencapai 5,1 juta ton.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan jumlah tersebut menjadi salah satu capaian stok beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
"Stok kita sekarang, [meski] ada El Nino, [jadi yang] tertinggi. Tapi alhamdulillah cadangan kita tertinggi selama Republik ini berdiri, yaitu 5,1 juta ton," kata Amran sebagaimana terkonfirmasi di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Menurut Amran, besarnya cadangan beras tersebut membuat pemerintah memiliki ruang untuk menghadapi berbagai kemungkinan dampak fenomena iklim, termasuk kondisi darurat dan bencana.
Stok CBP yang jumlahnya lebih dari lima juta ton dinilai mampu menopang kebutuhan masyarakat sekaligus membantu pemerintah menjaga keseimbangan pasokan di tingkat produsen maupun konsumen.
Pemerintah Jaga Harga Beras
Amran mengatakan pemerintah akan terus menjaga keseimbangan rantai pasok pangan. Menurut dia, kebijakan perberasan menghadapi tantangan karena harus mempertimbangkan kepentingan konsumen, petani, dan pelaku usaha.
"Ketika harga naik [beras naik], konsumen marah. Harga turun, petani marah. Harga sedang sedang, pengusaha marah. Jadi begitu berat bebannya pemerintah," ujarnya.
Di sisi lain, perkembangan harga beras dunia juga menjadi perhatian pemerintah. Amran mengatakan harga beras di pasar internasional tengah mengalami kenaikan.
Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi tersebut tidak sampai menyebabkan masyarakat Indonesia mengalami kekurangan beras.
"Kesiapan pangan kita selesai. [Meskipun] harga beras dunia naik, salah satu di Jepang [sampai] Rp100 ribu per kilo. [Tapi] ada yang mengatakan, jangan bandingkan. Kalau tidak ada beras, bagaimana? Satu, (bisa) kelaparan rakyat Indonesia. Kita pastikan itu tidak terjadi," katanya.
Distribusi CBP Capai 1,69 Juta Ton
Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga mendistribusikan CBP untuk membantu menjaga stabilitas harga beras di pasar.
Berdasarkan catatan Bapanas, realisasi distribusi CBP secara nasional hingga 24 Agustus 2026 telah mencapai 1,69 juta ton.
Distribusi tersebut mencakup sejumlah program. Penjualan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada Januari-Februari mencapai 221,05 ribu ton.
Sementara realisasi SPHP periode Maret hingga Agustus mencapai 688,98 ribu ton.
Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan pangan tahap pertama sebanyak 662,86 ribu ton. Adapun bantuan pangan tahap kedua yang mulai berjalan telah mencapai 59,83 ribu ton.
Selain itu, penyaluran CBP untuk bantuan bencana dan keadaan darurat mencapai 11,39 ribu ton, sedangkan untuk golongan anggaran sebanyak 53,68 ribu ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
5

















































