SOSEDU APRDI 2026 Perluas Edukasi Investasi Reksa Dana

11 hours ago 4
SOSEDU APRDI 2026 Perluas Edukasi Investasi Reksa DanaSosialisasi investasi reksa dana di Makassar (Dok: Nofi KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen sementara indeks inklusi keuangan sebesar 80,51 persen.

Akan tetapi, dari data tersebut apabila dilihat di sektor pasar modal menunjukkan tingkat literasi pasar modal di Indonesia baru mencapai 17,78 persen, sementara indeks inklusi pasar modal berada di angka 1,34 persen.

Hal ini menjadi tantangan, terutamanya dalam meningkatkan literasi dan inklusi di bidang pasar modal bagi masyarakat, khususnya generasi muda agar mereka dapat memahami dan berinvestasi untuk masa depan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Dewan APRDI (Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia) sebagai wadah para pelaku Reksa Dana dan Investasi di Indonesia didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization yakni Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), mengadakan program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana APRDI di tahun 2026 (SOSEDU APRDI 2026).

Kegiatan SOSEDU ini mencakup kegiatan edukasi tentang industri pasar modal, khususnya reksa dana dan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) yang digagas oleh OJK, dan akan menjadi kampanye investasi reksa dana secara nasional.

Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch Muchlasin mengatakan, bahwa OJK Sulselbar mencatatkan tren peningkatan atas investasi reksa dana di Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Dimana saat ini investornya sudah mencapai 569.610. Walau mencatatkan kenaikan, masih banyak penduduk yang tergolong dalam usia produktif seperti anak muda yang belum berminat terhadap investasi reksa dana,” terangnya pada kegiatan sosialisasi investasi reksa dana di Makassar, Kamis (16/04).

Ketika dibandingkan dengan jumlah penduduk usia produktif maka tingkat partisipasinya masih butuh diperbanyak. Maka, diperlukan edukasi seiring dengan ruang peningkatan inklusi yang masih luas.

“Penduduk usia 15 sampai dengan 34 tahun mencapai sekitar 88,96 juta jiwa, hal itu berdasarkan data BPS. Akan tetapi, investor reksa dana usia muda baru sekitar 12,82 persen,” tambahnya.

Lebih lanjut, secara nasional, KSEI menyatakan total investor reksa dana juga mengalami kenaikan. Dimana, jumlah Single Investor Identification (SID) tembus 19,2 juta pada akhir 2025, yang naik dari 18,6 juta pada tahun lalu.

Dewan Presidium APRDI, Marsangap P Tamba, mengungkapkan, jika pertumbuhan tersebut patut dijalankan dengan peningkatan edukasi terhadap investasi reksa dana kepada masyarakat.

“Penguatan literasi serta inklusi keuangan harus terus dilakukan terutamanya bagi generasi muda,” paparnya.

“Sejumlah kota lainnya akan menjadi lokasi SOSEDU APRDI 2026 seperti Surabaya, Semarang, Medan juga Bandung,” ungkapnya.

Selain pemberian edukasi kepada jurnalis, para mahasiswa juga menjadi sasaran dalam kegiatan ini.

“Edukasi juga dilakukan dengan menyasar para mahasiswa lewat sejumlah perguruan tinggi yang ada di Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Sebagai informasi, pada 27 April 2026 mendatang akan diluncurkan kampanye nasional PINTAR Reksa Dana yang berlokasi di BEI Jakarta.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news