Sinergi BI, Bulog dan Pemko Padang Jaga Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadan

11 hours ago 3

TARUNA - hayati

PADANG, KLIKPOSITIF— Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat (BI) bersama Bulog dan Pemerintah Kota Padang melauncing kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 104 kelurahan yang ada di Kota Padang dan Sosialisasi Digitalisasi Pembayaran/Edukasi QRIS, Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan dihadiri oleh Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat, Mohammad Abdul Ka, Kepala Bulog Sumatera Barat adalah R. Darma Wijaya dan perwakilan dari lurah yang ada di Kota Padang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram mengatakan, pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang Lebaran.

Menurutnya, peningkatan permintaan pangan merupakan fenomena tahunan saat Ramadan yang juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM melalui aktivitas pasar pabukoan.

“Setiap Ramadan hingga puncak Idulfitri, permintaan pangan pasti meningkat. Karena itu, kita siap menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh kelurahan se-Kota Padang,” ujarnya.

Operasi pasar akan digelar selama satu minggu di Pasar Raya Padang dan selama tiga hari di Bukittinggi. Dalam program tersebut, masyarakat dapat membeli beras dengan berbagai promo. Setiap pembelian beras akan mendapatkan minyak goreng yang disediakan oleh Bank Indonesia, serta bonus cabai atau bawang merah bagi masyarakat yang melakukan pembayaran menggunakan QRIS.

Pemerintah Kota Padang dalam hal ini juga melibatkan seluruh kelurahan dalam melakukan . Kelurahan didorong aktif menjual beras dan minyak goreng kepada masyarakat. Kelurahan dengan penjualan beras terbanyak, khususnya yang mampu menjual di bawah harga pasar, akan mendapat apresiasi dari Bank Indonesia.

Kepala Bulog Sumatera Barat adalah R. Darma Wijaya, menyatakan pihaknya memastikan distribusi beras langsung melalui kantor kelurahan guna menghindari tambahan biaya transportasi bagi masyarakat.

“Kita akan menjual beras Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 per kemasan lima kilogram, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi Rp13.100 per kilogram. Setiap kelurahan juga dialokasikan sekitar 15–20 dus minyak goreng MinyakKita dengan harga Rp15.000 hingga Rp15.500 per liter untuk menekan fluktuasi harga dan menjaga stabilitas pangan di pasaran,” jelasnya.

Baca Juga

Bulog juga memastikan stok beras tersedia dan tidak dibatasi jumlahnya, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sementara itu, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi guna memastikan biaya distribusi dan angkutan tidak mengalami kenaikan.

Melalui kolaborasi ini, seluruh pemangku kepentingan berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga bahan pangan pokok, sekaligus menjaga inflasi daerah tetap terkendali.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news