Sempat Ditolak, Musda APKASINDO Pessel Tetap Digelar

20 hours ago 15

promo hayati padang agustus

KLIKPOSITIF- Musyawarah Daerah (Musda) DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar), tetap digelar, Selasa (1/9/2026).

Musda tersebut sebelumnya sempat mendapat penolakan dari sekelompok petani sawit di Pessel.

Dalam Musda itu, Gestapson resmi terpilih sebagai Ketua DPD APKASINDO Pessel.

Ketua DPW APKASINDO Sumbar, Jufri Nur, mengatakan pelaksanaan Musda telah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) APKASINDO, baik di tingkat DPP maupun DPW.

“Kalau saya mengeluarkan mandat dan melakukan Musda ini sudah sesuai dengan AD-ART APKASINDO, baik tingkat DPP maupun DPW. Sudah sesuai dengan aturan organisasi kami,” katanya.

Ia berharap ketua terpilih dapat mengayomi seluruh petani sawit di Pessel. Menurutnya, salah satu persoalan yang banyak dihadapi petani sawit di daerah itu adalah harga tandan buah segar (TBS).

“Harapan saya sesuai dengan arahan awal, ketua APKASINDO Pessel terpilih adalah untuk mengayomi petani sawit Pesisir Selatan,” ujarnya.

Jufri juga mengingatkan agar tidak ada lagi pembagian kelompok atau kubu di internal organisasi.

“Saya menghindari jangan ada kontra kubu A dan kubu B. Ketua terpilih adalah punya dari petani sawit Pesisir Selatan,” katanya.

Ia menyebut kehadiran peserta dari sejumlah kecamatan dalam Musda juga dinilai sudah lengkap. Begitu pula dengan kepengurusan yang mendapat mandat untuk melaksanakan Musda.

“Saya lihat tadi dari kehadiran dari kecamatan pun sudah lengkap. Saya lihat juga dari kepengurusan mandat yang saya berikan cukup lengkap,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Terpilih DPD APKASINDO Pessel, Gestapson, mengatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah melengkapi struktur kepengurusan bersama tim formatur.

“Jadi yang pertama, kita sebagai ketua terpilih bekerja sama dengan tim formatur melengkapi struktur organisasi kita. Kita mengisi seluruh formasi yang diminta sebagai prasyarat untuk melengkapi bagan organisasi,” katanya.

Ia menargetkan struktur kepengurusan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 15 hari.

Menurutnya, setelah kepengurusan terbentuk, pihaknya akan turun langsung ke sejumlah sentra sawit di Pessel untuk menyerap aspirasi petani.

“Area kita memanjang. Kita sisir dari Silaut yang ada sentra sawit kita. Kita akan kunjungi ke sana. Apa nanti keluhan masyarakat, akan kita tampung,” ujarnya.

Gestapson menegaskan APKASINDO harus menjadi rumah besar bagi seluruh petani sawit di Pessel.

Ia juga menyoroti persoalan harga TBS yang menurutnya masih menjadi keluhan utama petani.

“Keluhan petani kita, harga TBS kita tinggi di tingkat nasional. Namun, di tingkat Sumatera Barat, Pessel terendah akibat tingkah laku PKS yang ada di wilayah Pesisir Selatan,” katanya.

Ia menilai masih ada persoalan dalam tata niaga TBS di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Pessel yang perlu menjadi perhatian.

“Kalau ada yang memberikan pandangan negatif pada hari ini, saya rasa kami belum ada terutang sedikit pun kepada mereka atas nama PKS-PKS itu. Intinya, sepersen pun kami tidak pernah dibantu,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan Musda, Gestapson mengatakan kegiatan tersebut terlaksana melalui partisipasi pihak yang menerima mandat bersama Koperasi Serba Usaha (KSU) Taqwa.

“Dalam kegiatan ini memang partisipasi kami sebagai penerima mandat bekerja sama dengan KSU Taqwa turut berpartisipasi, sehingga terselenggara Musda pada hari ini,” katanya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news