KLIKPOSITIF – Pupuk Cair Hayati Majemuk Herdanic membuktikan efektivitas peningkatan jumlah anakan padi di areal persawahan di Kabupaten Pasaman, Sumbar.
Dari dua titik Lokasi berbeda, rata-rata anakan padi dalam satu rumpun berkisar 40 hingga 70-an batang dan jumlah anakan tersebut masih berpotensi bertambah, karena usianya masih produktif.
Dua Lokasi pemantauan tersebut berada di sawah nagari Kawasan Jorong Rumah Nan Tigo Puluah Nagari Aia Manggih Kecamatan Lubuk Sikaping, Pasaman, serta di Jorong Murni Nagari Panti Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman.
Menurut Ketua Ketahanan Pangan Nagari Aia Manggih, Yohanes, perubahan padi setelah pemakaian Herdanic mulai tampak saat berumur 16 Hari Setelah Tanam (HST) di Kawasan Aia Manggih.
“Pertumbuhannya cukup cepat. Hanya 16 hari padinya sudah mulai tinggi dan daunnya sudah cukup lebat. Anakannya juga mulai banyak,” ujar Yohanes.
Menurut Yohanes, sawah milik kelompok nagari tersebut menjadi pilot project bagi persawahan lainnya.
Jika hasil panennya nanti meningkat, maka tak tertutup kemungkinan persawahan lainnya juga akan menerapkan pola yang sama.
Sementara itu, Wali Nagari Aia Manggih, Abdi Yusran, menjelaskan jika program persawahan yang dikelola milik kelompok nagari merupakan program ketahanan pangan yang telah berjalan semenjak tahun 2023.
“Untuk tahun 2026 ini kita bikin hamparan sekitar 2 hektare untuk pilot project dan pada tahun 2027 akan mengambil hamparan di kelompok tani lainnya,” ujar Abdi Yusran.
Abdi Yusran menjelaskan, saat ini ada banyak kelompok tani di Aia Manggih, dan untuk pembinaan kali ini berlangsung di hamparan 2 hektare menggunakan pupuk cair hayati majemuk Herdanic.

22 hours ago
9



















































