PADANG, KLIKPOSITIF – Semen Padang Hospital (SPH) terus menghadirkan inovasi layanan kesehatan melalui penerapan teknik bedah minimal invasif, sebuah metode operasi modern yang memungkinkan pasien pulih lebih cepat dan kembali beraktivitas dalam waktu singkat.
Melalui pendekatan ini, pasien yang menjalani operasi bahkan dapat kembali pulang keesokan harinya. Hal tersebut dimungkinkan karena prosedur bedah dilakukan dengan sayatan yang lebih kecil dibandingkan operasi konvensional, sehingga risiko nyeri dan masa pemulihan menjadi lebih ringan.
Bedah minimal invasif merupakan solusi bagi masyarakat yang menginginkan tindakan medis efektif tanpa harus menjalani rawat inap dalam waktu lama. Selain itu, teknik ini juga dinilai mampu mengurangi risiko komplikasi serta mempercepat proses penyembuhan.
“Dengan teknologi ini, pasien tidak perlu terlalu lama meninggalkan aktivitas sehari-hari. Proses pemulihan lebih cepat dengan hasil yang tetap optimal,” kata General Manager Layanan Medis, dr. Dewi Nensi Putri, MARS.
Penerapan metode ini menjadi bagian dari komitmen SPH dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sekaligus menghadirkan solusi medis yang lebih efisien dan modern bagi masyarakat.
Inovasi tersebut juga sejalan dengan kebutuhan gaya hidup masyarakat saat ini yang menuntut layanan kesehatan cepat, aman, dan minim gangguan terhadap aktivitas.
Dengan keunggulan tersebut, SPH mengajak masyarakat untuk memanfaatkan teknologi medis terkini yang tidak hanya efektif, tetapi juga memberikan kenyamanan lebih bagi pasien selama proses perawatan.
Berbagai jenis tindakan yang termasuk dalam bedah minimal invasif kini telah banyak diterapkan di rumah sakit, di antaranya:
Pertama, arthroscopy, yaitu prosedur untuk menangani masalah pada sendi seperti lutut, bahu, atau pergelangan tangan. Tindakan ini menggunakan kamera kecil yang dimasukkan melalui sayatan kecil untuk melihat kondisi sendi secara langsung.
Kedua, laparoscopy, yang digunakan untuk operasi di area perut, seperti usus, kandung empedu, atau organ reproduksi. Teknik ini dikenal dengan sayatan kecil dan bantuan kamera sehingga proses operasi lebih presisi.
Ketiga, FESS (FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery) yaitu metode pemeriksaan untuk mengevaluasi kemampuan menelan pasien menggunakan kamera kecil melalui hidung.
Selanjutnya, microscopic surgery, yaitu operasi dengan bantuan mikroskop untuk menangani organ atau jaringan yang sangat kecil, seperti saraf atau pembuluh darah.
Di bidang urologi, terdapat beberapa prosedur unggulan seperti URS (Ureteroscopy) dan PCNL (Percutaneous Nephrolithotomy) yang digunakan untuk menangani batu saluran kemih dan ginjal tanpa operasi besar.
Selain itu, ada juga RIRS (Retrograde Intrarenal Surgery), teknik modern untuk menghancurkan batu ginjal menggunakan alat fleksibel melalui saluran kemih tanpa sayatan.
Di bidang mata, dikenal phacoemulsification (phaco), yaitu teknik operasi katarak dengan menghancurkan lensa yang keruh menggunakan gelombang ultrasonik, kemudian diganti dengan lensa buatan.
Dengan berbagai metode tersebut, bedah minimal invasif memberikan banyak keuntungan, seperti mengurangi risiko infeksi, mempercepat masa rawat inap, serta memungkinkan pasien kembali beraktivitas lebih cepat.
Metode ini diharapkan semakin luas diterapkan di berbagai fasilitas kesehatan, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan medis yang lebih aman, efektif, dan nyaman.

6 hours ago
3

















































