Ilustrasi anak/anak mengukur tinggi badan. / Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Upaya penurunan stunting di Keparakan terus diperkuat melalui Gerakan Sekar Kemuning dengan penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi bagi keluarga sasaran. Program ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan asupan gizi anak di wilayah tersebut.
Lurah Keparakan, Yusuf Ahbari, mengungkapkan masih terdapat sejumlah kasus stunting di wilayahnya sehingga diperlukan intervensi berkelanjutan melalui gerakan berbasis masyarakat.
Melalui program Semangat dan Kepedulian Warga Keparakan dalam Menurunkan Stunting (Sekar Kemuning), pemerintah kelurahan menyalurkan PMT kepada 11 keluarga sasaran di RW 10 dan RW 13.
Dia menuturkan makanan dalam PMT tersebut terdiri dari makanan dengan gizi seimbang yang terdiri dari makanan siap saji berbahan dasar ikan tuna dan telur omega 3. Dalam kegiatan tersebut ada 11 paket yang dibagikan kepada warga.
Pemilihan bahan pangan tersebut didasarkan pada kandungan gizi tinggi yang dinilai mampu membantu memperbaiki status gizi anak yang mengalami stunting di Kelurahan Keparakan.
Pelaksanaan program ini juga melibatkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari Tim Sekar Kemuning Kelurahan Keparakan hingga dukungan CSR dari Yayasan Nurul Hayat yang berkontribusi dalam penyediaan bahan makanan PMT.
“Dukungan dan kolaborasi semua pihak sangat penting dalam keberlanjutan Gerakan Sekar Kemuning untuk menurunkan angka stunting di Kelurahan Keparakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi keluarga, kesehatan anak, hingga pola asuh. Oleh karena itu, intervensi harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
"Upaya mencapai target zero stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Perlu ada koordinasi dan sinergi lintas pemangku kepentingan agar program berjalan optimal dan berkelanjutan," katanya.
Penyaluran PMT dilakukan bersama sejumlah pihak, antara lain Puskesmas Mergangsan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), PLKB, serta LPMK/Tuwanggana setempat sebagai bagian dari penguatan intervensi di tingkat komunitas.
Melalui Gerakan Sekar Kemuning, pemerintah kelurahan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak terus meningkat, sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Keparakan melalui pendekatan kolaboratif yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

7 hours ago
8

















































