Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik (berdiri) saat menjadi narasumber bedah buku berjudul Kelola Sampah Jadi Berkah di Balai Padukuhan Sambirejo, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, Senin (27/4). - Harian Jogja/David Kurniawan
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengajak masyarakat untuk disiplin dalam pengelolaan sampah agar tidak menjadi sumber masalah. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam bedah buku Kelola Sampah Jadi Berkah di Padukuhan Sambirejo, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, Senin (27/4). “Kuncinya adalah disiplin.
Penanganan sampah bukan hanya sehari, seminggu, atau sebulan, tetapi berlangsung terusmenerus karena sampah diproduksi setiap hari,” ujar Gus Im, sapaan akrabnya. Ia menjelaskan, kedisiplinan dapat dimulai dari rumah melalui kebiasaan memilah sampah. Langkah ini penting untuk menekan timbulan sampah sekaligus mencegahnya menjadi sumber masalah. Di sisi lain, pengelolaan sampah juga memiliki potensi ekonomi.
Menurutnya, masyarakat dapat membangun komunitas melalui bank sampah sebagai wadah pengumpulan dan pengelolaan sampah dari rumah tangga. “Melalui pengelolaan yang baik, sampah dapat memberikan nilai tambah dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat,” katanya.
Gus Im menambahkan, keberadaan bank sampah tidak hanya membantu mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang bermanfaat. Ia juga menyebut kegiatan bedah buku sebagai salah satu upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Berdasarkan survei Tahun 2024, tingkat kegemaran membaca di DIY tergolong lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Namun, upaya peningkatan tetap diperlukan karena dari 1.000 penduduk, baru sekitar 45 orang yang membaca buku. “Bedah buku ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mendorong tumbuhnya minat baca masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Hari Setyawan. Ia menyebutkan bahwa program bedah buku terselenggara melalui kerja sama dengan DPRD DIY. “Program ini merupakan bagian dari upaya literasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat,” ujarnya. Hari menambahkan, membaca buku dapat memperluas wawasan dan pengetahuan.
Namun, ia menekankan pentingnya memilih bacaan secara selektif. “Pilih bacaan secara selektif karena membaca merupakan investasi waktu. Utamakan buku yang memiliki nilai guna bagi kehidupan, mampu menunjang atau mengungkit bidang yang ditekuni, serta memuat substansi yang tidak mudah disederhanakan atau digantikan oleh ringkasan, video, maupun kecerdasan buatan. Dengan begitu, waktu yang digunakan untuk membaca benar-benar memberikan manfaat,” katanya.
Sementara itu, salah seorang peserta bedah buku, Sarjono, mengaku senang dengan kegiatan yang diselenggarakan di Balai Padukuhan Sambirejo, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong tersebut. Ia menilai kegiatan ini bermanfaat karena peserta juga memperoleh buku untuk dipelajari lebih lanjut. “Temanya tentang pengolahan sampah. Harapannya, masyarakat semakin sadar untuk mengelola sampah agar tidak menjadi sumber masalah, tetapi justru memberikan manfaat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

5 hours ago
7

















































