Pengendara motor sedang melintas di depan KDMP di Kalurahan Kelor, Karangmojo yang telah selesai pembangunannya, Selasa (28/4/2026). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tahap pertama di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan hampir mencapai target. Dari total 10 titik yang direncanakan, delapan lokasi telah rampung sepenuhnya, sementara dua gerai lainnya masih dalam proses penyelesaian di lapangan.
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, mengungkapkan bahwa meskipun mayoritas gerai sudah siap dimanfaatkan, masih ada pengerjaan yang tersisa di dua wilayah. Fokus pengerjaan saat ini diarahkan agar seluruh unit pada tahap awal ini bisa segera dioperasikan secara kolektif.
“Di tahap pertama ada sepuluh gerai yang dibangun, tapi hingga saat ini ada dua yang masih dalam pengerjaan,” jelas Alfian pada Selasa (28/4/2026).
Dua Wilayah Masih Tahap Finishing
Delapan gerai yang telah berdiri kokoh tersebar di beberapa titik strategis, yakni Kalurahan Baleharjo dan Siraman (Wonosari), Candirejo (Semanu), Getas (Playen), Jatiayu dan Kelor (Karangmojo), serta Kenteng dan Sidorejo (Ponjong). Adapun dua lokasi yang masih tertunda pengerjaannya berada di Kalurahan Gading (Playen) dan Wiladeg (Karangmojo).
Alfian menjelaskan bahwa kendala utama pembangunan di dua lokasi tersebut adalah keterlambatan distribusi material dari pihak rekanan. Hal ini berdampak pada mundurnya jadwal penyelesaian dari estimasi awal. Meski begitu, ia memastikan saat ini pengerjaan sudah memasuki tahap akhir.
“Ada keterlambatan pengiriman material. Namun saat ini sudah masuk tahap finishing dan diharapkan segera selesai,” tegasnya.
Evaluasi Logistik untuk Pembangunan Tahap Kedua
Keterlambatan pada tahap awal ini menjadi catatan penting bagi jajaran Kodim 0730/GK untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Pemerintah berencana melanjutkan pembangunan 10 gerai baru pada tahap kedua yang akan tersebar di berbagai wilayah, termasuk Kalurahan Gari, Piyaman, Duwet (Wonosari); Bandung dan Logandeng (Playen); Karangmojo; Bendung (Semin); Semanu; serta Sidoharjo dan Karangwuni (Rongkop).
Guna mengantisipasi hambatan serupa, Alfian menyebutkan strategi baru dalam pengadaan material. Ke depan, stok material akan langsung didatangkan dari pabrik untuk memotong rantai distribusi yang berpotensi memicu keterlambatan.
Koperasi Mulai Siapkan Unit Usaha
Sementara itu, Ketua KDMP Baleharjo, Georgius Oon, mengonfirmasi bahwa gerai di wilayahnya sudah selesai dikerjakan sejak akhir Maret lalu. Saat ini, pihaknya tengah melakukan persiapan operasional, termasuk optimalisasi dukungan kendaraan roda tiga untuk distribusi barang ke masyarakat.
Koperasi ini dirancang untuk melayani berbagai kebutuhan warga sesuai instruksi pemerintah pusat. Unit usaha yang akan dijalankan meliputi toko sembako, layanan kesehatan sederhana, hingga penyediaan pupuk bersubsidi bagi para petani.
“Kami juga mengajukan program budidaya ikan lele ke Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata Georgius. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa seusai seluruh fasilitas pendukung KDMP di Gunungkidul resmi beroperasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

5 hours ago
7

















































