Sejarah Kelam Piala AFF 2004 dan 2018 Terulang, Tersandung Singapura

3 hours ago 1

Jumali

Jumali Sabtu, 08 Agustus 2026 08:27 WIB

Sejarah Kelam Piala AFF 2004 dan 2018 Terulang, Tersandung Singapura

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan arahan kepada anak didiknya saat melawan Timnas Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). Indonesia kalah dengan skor 0-3. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Kegagalan Timnas Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF 2026 setelah ditahan imbang 1-1 oleh Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), bukanlah yang pertama kali terjadi. Negeri Singa itu kembali menjadi batu sandungan bagi langkah Garuda di pentas sepak bola Asia Tenggara, mengulangi catatan kelam yang pernah terjadi pada edisi 2004 dan 2018.

Hasil imbang ini mengubur mimpi Indonesia untuk melaju ke semifinal, mengingatkan kembali pada dua momen pahit lainnya yang juga melibatkan Singapura sebagai tim yang mempersulit perjalanan Skuad Merah Putih.

Piala AFF 2018: Kekalahan Awal yang Berujung Kegagalan

Pada Piala AFF 2018, Indonesia mengawali perjuangan di Grup B dengan bertandang ke Stadion Nasional Singapura. Harapan Garuda untuk memulai turnamen dengan baik pupus setelah harus pulang tanpa poin akibat gol tunggal Hariss Harun, pemain yang hingga kini masih menjadi bagian dari skuad Singapura pada ASEAN Championship 2026.

Indonesia sempat bangkit dengan menundukkan Timor Leste 3-1. Namun, hasil tersebut tidak cukup menjaga peluang lolos setelah Skuad Merah Putih kalah 2-4 dari Thailand di Stadion Rajamangala. Pada laga terakhir grup, Indonesia hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno sehingga gagal melaju ke babak semifinal.

Hasil tersebut menjadi kemunduran karena dua tahun sebelumnya Indonesia berhasil mencapai final Piala AFF 2016 sebelum dikalahkan Thailand.

Final 2004: Mimpi Gelar Pupus di Tangan Singapura

Jauh sebelum edisi 2018, Singapura juga pernah mematahkan mimpi Indonesia di partai final Piala AFF 2004. Pada leg pertama yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Indonesia kalah 1-3. Singapura lebih dulu unggul melalui gol Daniel Bennett, Khairul Amri, dan Hugo Casmir sebelum Mahyadi Panggabean memperkecil ketertinggalan lewat tendangan bebas pada masa injury time.

Harapan membalikkan keadaan pada leg kedua di Singapura tidak terwujud. Indra Sahdan Daud membawa tuan rumah unggul cepat pada menit keenam, disusul gol penalti Hugo Casmir menjelang turun minum. Elie Aiboy sempat mencetak gol balasan bagi Indonesia, tetapi pertandingan berakhir 2-1 untuk Singapura. Secara agregat, Indonesia kalah 2-5 dan harus kembali menunda ambisi meraih gelar juara Piala AFF.

Sementara itu, kemenangan mengantarkan Singapura meraih trofi Piala AFF kedua dalam sejarah mereka.

Klasemen Akhir Grup A dan Agenda Berikutnya
Hasil imbang kontra Singapura membuat Indonesia gagal mengejar Vietnam dan Singapura pada klasemen akhir Grup A. Vietnam lolos sebagai juara grup dengan 10 poin, sedangkan Singapura mendampingi ke semifinal sebagai runner-up dengan delapan poin. Indonesia harus puas di posisi ketiga dengan tujuh poin.

Setelah tersingkir, Timnas Indonesia akan mengalihkan fokus ke sejumlah agenda internasional lainnya, termasuk FIFA ASEAN Cup dan FIFA Matchday pada tahun ini, serta persiapan menuju putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

Kegagalan edisi 2026 ini menjadi catatan sejarah baru bagi Timnas Indonesia yang kembali harus merasakan pahitnya tersingkir di fase grup, menambah daftar panjang pertemuan dengan Singapura yang selalu menyisakan luka bagi sepak bola Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news