Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus pencurian menimpa fasilitas pendidikan di wilayah Gunungkidul. SD Negeri 1 Kemadang yang berada di Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, dibobol maling dan menyebabkan tiga unit proyektor milik sekolah raib. Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang pegawai sekolah, Muzariyanto (60), pada Rabu (20/5/2026) petang. Saat itu ia datang ke sekolah untuk menyalakan lampu seperti biasa di lingkungan sekolah. Namun, ia justru menemukan kondisi ruang guru yang mencurigakan.
“Begitu lampu di ruang guru dihidupkan, saksi melihat ada salah satu lemari sekolah yang rusak,” kata Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriyatna, Kamis (21/5/2026).
Merasa ada yang tidak beres, saksi kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pengecekan diketahui bahwa tiga proyektor yang sebelumnya disimpan di dalam lemari telah hilang. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Tanjungsari untuk ditindaklanjuti.
Setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
“Kemungkinan aksi dilakukan saat kondisi sepi karena kegiatan di sekolah ada ekstrakurikuler hingga pukul 14.30 WIB,” ujar Agus.
Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga masuk dengan cara merusak pintu ruang kepala sekolah yang terhubung dengan ruang guru. Akses tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk mengambil barang elektronik yang tersimpan di dalam lemari.
Selain kerugian materi, kejadian ini juga menimbulkan kekhawatiran soal keamanan fasilitas pendidikan di lingkungan sekolah. Kepolisian menyatakan masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik aksi pencurian tersebut.
Pihak Polsek Tanjungsari juga mengimbau masyarakat dan pihak sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi tindak kejahatan saat lingkungan sekolah dalam kondisi kosong.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Gunungkidul melalui Kepala Dinas Nunuk Setyowati membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak terulang di sekolah lain.
“Memang tidak ada petugas keamanan khusus di sekolah. Tapi, kami berharap tetap ada upaya maksimal dari sekolah agar kasus pencurian bisa dicegah,” ujarnya.
Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku dan memastikan keamanan aset pendidikan di wilayah tersebut tetap terjaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
5

















































