
Foto ilustrasi jembatan rusak dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA — Bencana banjir yang melanda Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, sejak pertengahan Mei 2026 menimbulkan dampak serius pada infrastruktur dan kehidupan masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 13 jembatan gantung putus akibat derasnya arus banjir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut kerusakan terjadi setelah banjir luapan yang mulai merendam wilayah tersebut sejak Minggu (17/5/2026).
"Tercatat ada 13 jembatan gantung yang putus serta satu akses jalan utama masih terendam air," ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Distribusi Bantuan Terhambat
Putusnya jembatan gantung menjadi kendala besar dalam proses penanganan darurat. Tim reaksi cepat di lapangan mengalami kesulitan menjangkau wilayah terdampak, terutama di Kecamatan Kayan Hilir yang menjadi salah satu titik terparah.
Jembatan gantung selama ini menjadi akses vital penghubung antar desa. Ketika infrastruktur tersebut rusak, mobilitas warga dan distribusi logistik bantuan menjadi sangat terbatas.
Sejumlah bantuan terpaksa dialihkan menggunakan jalur alternatif, termasuk perahu dan transportasi darurat lainnya, yang tentu membutuhkan waktu lebih lama.
Ribuan Warga Terdampak
Data terbaru BNPB mencatat sebanyak 5.078 kepala keluarga terdampak banjir. Selain itu, lima unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat terjangan air.
Warga terdampak tersebar di 15 desa di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Kayan Hulu: Desa Nanga Toran, Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir: Desa Landau Beringin, Desa Nanga Mau, dan Kecamatan Kelam Permai: Desa Sungai Sintang, Desa Bengkuang
Selain merendam permukiman, banjir juga mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan masyarakat.
Penanganan Darurat Terus Berlangsung
Saat ini, tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sintang masih berjibaku melakukan penanganan di lapangan.
Fokus utama penanganan meliputi evakuasi warga, pendistribusian bantuan logistik, serta pendataan lanjutan terhadap kerusakan infrastruktur dan kebutuhan mendesak masyarakat.
Selain itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan akses, termasuk kemungkinan pembangunan jembatan darurat.
Ancaman Susulan Masih Mengintai
BNPB juga mengingatkan bahwa potensi banjir susulan masih bisa terjadi, mengingat curah hujan di wilayah Kalimantan Barat masih tergolong tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah bantaran sungai.
Dengan kondisi akses yang masih terbatas dan ribuan warga terdampak, percepatan distribusi bantuan serta pemulihan infrastruktur menjadi kunci utama dalam penanganan bencana banjir Sintang kali ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
3

















































