
Trans Jogja.ist/X/@transjogja
Harianjogja.com, JOGJA—Perpanjangan rute Trans Jogja Trayek 13 hingga Stadion TGP Margoluwih, Seyegan, mulai menunjukkan hasil positif. Dalam dua bulan sejak uji coba diberlakukan, jumlah penumpang meningkat hampir 20 persen dibandingkan periode sebelum rute diperluas ke wilayah barat Sleman.
Data Dinas Perhubungan (Dishub) DIY menunjukkan sebelum layanan diperluas ke wilayah Godean dan Seyegan, jumlah penumpang Trayek 13 relatif stabil di kisaran 9.000 orang per bulan.
Pada Januari 2026 tercatat sebanyak 9.755 penumpang, Februari 9.865 penumpang, Maret 9.175 penumpang, dan April 9.946 penumpang.
Namun setelah perpanjangan rute mulai diterapkan pada 1 Mei 2026, jumlah pengguna mengalami lonjakan yang cukup signifikan.
Pada Mei, jumlah penumpang mencapai 11.511 orang. Tren positif tersebut berlanjut pada Juni dengan total 13.761 penumpang.
Jika dibandingkan dengan rata-rata jumlah penumpang selama Januari hingga April, kenaikan pengguna Trayek 13 mencapai sekitar 19,5 persen.
Jangkau Wilayah Barat Sleman
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan perpanjangan Trayek 13 dilakukan untuk memperluas akses layanan transportasi publik hingga wilayah barat Kabupaten Sleman yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi di kawasan Godean dan sekitarnya.
Dengan semakin luasnya cakupan layanan, masyarakat memiliki alternatif transportasi yang lebih terjangkau dan terintegrasi dengan jaringan Trans Jogja.
Tambah Titik Pemberhentian Baru
Perpanjangan Trayek 13 mulai diuji coba sejak 1 Mei 2026.
Rute yang sebelumnya berakhir di kawasan Pusat Kuliner Belut Godean diperpanjang sekitar 1,5 kilometer hingga Stadion TGP Margoluwih, Seyegan.
Dalam pengembangan layanan tersebut, Dishub DIY juga menambahkan sejumlah titik pemberhentian baru untuk memudahkan akses masyarakat.
Beberapa titik yang kini dilayani antara lain Pasar Godean, SMP Negeri 1 Godean, Stadion TGP Margoluwih, SMK Negeri 2 Godean, dan eks Pasar Belut.
Penambahan titik layanan itu dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya minat masyarakat menggunakan transportasi publik.
Evaluasi Sementara Dinilai Positif
Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY, Wulan Sapto Nugroho, mengatakan hasil evaluasi sementara menunjukkan respons masyarakat cukup baik terhadap perubahan rute tersebut.
Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang menjadi indikator bahwa perluasan layanan berhasil menjangkau kebutuhan mobilitas warga.
"Evaluasi yang bisa kami sampaikan tidak banyak. Sejauh ini sejak Trayek 13 diuji coba hasilnya cukup bagus. Dari laporan operator, data penumpang juga mengalami kenaikan pasca adanya perubahan rute Jalur 13," kata Sapto, Jumat (10/7/2026).
Meski demikian, Dishub DIY masih mencatat sejumlah kebutuhan pendukung yang perlu segera dipenuhi untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.
Salah satunya adalah pembangunan halte permanen di titik akhir rute, yakni kawasan Stadion TGP Margoluwih.
Sapto menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman terkait kebutuhan tersebut.
Berdasarkan hasil komunikasi yang dilakukan, Pemkab Sleman berencana membangun halte di lokasi tersebut dalam waktu dekat guna menunjang operasional Trayek 13 secara lebih optimal.
Dengan tren peningkatan penumpang yang terus terjadi, Dishub DIY berharap layanan Trans Jogja dapat semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian, sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan penggunaan kendaraan pribadi di wilayah Sleman bagian barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

7 hours ago
3

















































