Pariwisata Dongkrak PAD Gunungkidul hingga Lampaui Target Awal

3 hours ago 1

Pariwisata Dongkrak PAD Gunungkidul hingga Lampaui Target Awal

Petugas SAR melakukan patroli dan pengawasan terhadap pengunjung yang bermain di Pantai Wediombo di Kalurahan Jepitu, Girisubo, Kamis (26/3/2026). - Istimewa/Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng\r\n

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul menunjukkan capaian positif sepanjang semester pertama 2026. Hingga akhir Juni, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berhasil mengumpulkan PAD sebesar Rp168,7 miliar yang berasal dari sektor pajak daerah dan retribusi.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk mengejar target pendapatan sepanjang tahun yang dipatok sebesar Rp289,1 miliar. Dengan realisasi yang telah melampaui separuh target, optimisme terhadap pencapaian PAD hingga akhir tahun semakin menguat.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono, mengatakan realisasi pendapatan selama enam bulan pertama menunjukkan tren yang cukup menggembirakan.

Menurut dia, target PAD tahun ini bersumber dari dua komponen utama, yakni pajak daerah dan retribusi daerah. Hingga pertengahan tahun, kontribusi kedua sektor tersebut dinilai berjalan sesuai harapan.

"Prosentase capaian PAD sudah di atas 50%. Kami yakin, target di 2026 bisa terpenuhi," kata Putro, Jumat (10/7/2026).

Dari sektor pajak daerah, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah mengumpulkan pendapatan sebesar Rp69,8 miliar. Adapun target pajak daerah sepanjang 2026 ditetapkan sebesar Rp136,7 miliar.

Pendapatan pajak tersebut berasal dari berbagai sumber, di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp13,59 miliar, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Rp4,37 miliar, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) restoran Rp6,13 miliar, PBJT penyedia jasa boga Rp1,6 miliar, hingga PBJT konsumsi tenaga listrik yang mencapai Rp12,42 miliar.

"Untuk pajak, target tahun ini sebesar Rp136,7 miliar dan sudah tercapai Rp69,8 miliar," ungkapnya.

Sementara itu, kontribusi terbesar PAD hingga semester pertama berasal dari sektor retribusi daerah. Dari target retribusi sebesar Rp152,4 miliar, realisasi yang berhasil dikumpulkan telah mencapai Rp98,6 miliar.

Retribusi tersebut berasal dari berbagai layanan dan fasilitas yang dikelola pemerintah daerah, mulai dari parkir, tempat pelelangan, tempat penginapan, hingga pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga.

Menurut Putro, optimalisasi pendapatan daerah akan terus dilakukan karena PAD memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pembangunan di Kabupaten Gunungkidul.

"Kami terus berupaya untuk mengoptimalkan PAD karena sangat membantu dalam rangka menyukseskan pembangunan yang dimiliki Pemkab Gunungkidul," katanya.

Optimisme terhadap peningkatan PAD juga disampaikan Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta. Ia menilai masih terdapat sejumlah potensi pendapatan yang bisa dimaksimalkan, terutama dari sektor pariwisata yang menunjukkan performa di atas ekspektasi.

Sri menjelaskan, saat penyusunan APBD 2026, target retribusi wisata hanya dipatok sebesar Rp36,06 miliar. Namun sebelum memasuki semester kedua, realisasi pendapatan dari sektor tersebut sudah melampaui target yang ditetapkan.

"Inilah yang menjadi dasar kami untuk menaikan target PAD wisata di 2026," katanya.

Berdasarkan capaian yang telah diraih, pemerintah daerah berencana menaikkan target retribusi wisata menjadi Rp52 miliar. Artinya, terdapat tambahan target sebesar Rp16 miliar yang akan diusulkan dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.

Menurut Sri, usulan kenaikan target tersebut akan dibahas bersama DPRD Gunungkidul dalam penyusunan Rancangan APBD Perubahan 2026. Penyesuaian target dilakukan karena realisasi pendapatan menunjukkan potensi yang lebih besar dibandingkan proyeksi awal.

"Kenaikan Rp16 miliar hanya untuk retribusi wisata, belum ke potensi retribusi lainnya," kata Sri Suhartanta.

Kinerja positif sektor pariwisata tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa PAD Gunungkidul masih berpotensi meningkat pada semester kedua tahun ini. Jika tren kunjungan wisata dan penerimaan retribusi tetap terjaga, target pendapatan daerah 2026 berpeluang tidak hanya tercapai, tetapi juga melampaui proyeksi awal yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news