
Wartawan Republika Bambang Noroyono yang diculik tentara Israel. /Instagram.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza setelah armada mereka dilaporkan dicegat pasukan Zionis Israel di kawasan Laut Mediterania.
Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI kini berkoordinasi dengan sejumlah perwakilan Indonesia di Timur Tengah untuk menyiapkan langkah antisipatif, termasuk perlindungan konsuler dan percepatan pemulangan apabila dibutuhkan.
“Kemlu RI via Direktorat Pelindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka,” ujar Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam pernyataan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Yvonne menjelaskan, sedikitnya 10 kapal bantuan kemanusiaan dilaporkan dicegat pasukan Zionis Israel di perairan Siprus, wilayah timur Laut Mediterania, pada Senin pagi waktu setempat. Beberapa kapal yang disebut terdampak intersepsi antara lain “Amanda”, “Barbaros”, “Josef”, dan “Blue Toys”.
Kemlu RI juga menerima informasi adanya seorang WNI bernama Andi Angga Prasadewa yang berada di kapal “Josef”. Andi diketahui merupakan delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI)–Rumah Zakat.
“Di kapal Josef diinformasikan terdapat seorang WNI atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) - Rumah Zakat,” kata Yvonne.
Sementara itu, komunikasi masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi kapal lain yang membawa jurnalis Republika, Bambang Noroyono. Berdasarkan informasi dari GPCI, upaya komunikasi dengan kapal tersebut masih berlangsung guna mengetahui status para penumpang di dalamnya.
Kemlu RI menyebut situasi di lapangan masih berkembang sangat dinamis sehingga berbagai kemungkinan terus diantisipasi. Pemerintah Indonesia juga terus menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak terkait guna memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi para WNI yang disebut ditahan pasukan Israel.
Selain menyiapkan fasilitas perlindungan, pemerintah juga membuka opsi langkah kontingensi untuk mempercepat proses evakuasi maupun pemulangan apabila kondisi mendesak terjadi.
“Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” ujar Yvonne.
Dalam pernyataannya, Indonesia turut mendesak otoritas Israel agar menjamin kelangsungan distribusi bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina sesuai ketentuan hukum humaniter internasional.
“Kemlu RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” ucap Yvonne.
Sebelumnya, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyampaikan bahwa terdapat sembilan relawan asal Indonesia dalam armada Global Sumud Flotilla yang terkena intersepsi Israel. Dua di antaranya merupakan jurnalis Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.
Berdasarkan informasi yang disiarkan Republika, intersepsi terhadap armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza itu terjadi di perairan Siprus atau sekitar 200 mil laut dari Jalur Gaza. Bambang diketahui berada di kapal “Boralize” saat pencegatan berlangsung dan hingga kini perkembangan kondisi para relawan serta awak kapal masih terus dipantau melalui jalur diplomatik dan komunikasi internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1
















































