Logo BRI Super League. / Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Pertarungan sengit tersaji dalam lanjutan kompetisi saat PSIM Jogja menjamu Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Kamis (30/4/2026). Tuan rumah harus bekerja ekstra keras seusai kebobolan gol cepat yang membuat mereka tertinggal sementara di hadapan publik sendiri.
Laga baru berjalan 10 menit ketika gawang Laskar Mataram terkoyak oleh aksi Aleksa Andrejic. Gol pembuka dari penyerang asing Persita tersebut dilesakkan pada menit ke-5 dan mengubah skor menjadi 0-1, sekaligus memberikan tekanan psikologis bagi skuad asuhan pelatih PSIM sejak menit awal babak pertama.
Ambisi Memperbaiki Posisi Klasemen
Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim yang tengah bersaing ketat di papan klasemen. Saat ini, PSIM Jogja tertahan di peringkat ke-10 dengan raihan 39 poin. Kemenangan menjadi harga mati jika ingin menggeser Persita Tangerang yang berada tepat di atasnya, yakni posisi ke-9 dengan koleksi 41 poin.
Adu Strategi Enam Pemain Asing
Menyadari pentingnya poin penuh, pelatih PSIM Jogja langsung menurunkan kekuatan tempur maksimal. Enam legiun asing langsung dipasang sebagai starter guna membongkar pertahanan tim tamu. Mereka adalah Ramos Mingo, Van Der Avert, Yusaku Yamadera, Ze Valente, Deri Corfe, dan Nermin Hajelta.
Strategi ini cukup menarik karena seluruh kuota pemain asing yang tersedia dimainkan sejak menit pertama tanpa ada yang disimpan di bangku cadangan. Sementara itu, pilar asing andalan E. Vidal terpaksa absen dari Daftar Susunan Pemain (DSP) akibat hukuman akumulasi kartu kuning.
Persita Tangerang Tampil Full Power
Di sisi lain, pelatih Persita, Carlos Pena, juga tidak mau kalah dengan menerapkan taktik serupa. Persita menurunkan enam pemain asing sejak awal laga, yaitu Igor, Kozubaev, Javlon, Pablo Ganet, Rayco, serta sang pencetak gol, Aleksa.
Berbeda dengan PSIM, tim berjuluk Pendekar Cisadane ini masih memiliki kedalaman skuad yang mewah di bangku cadangan. Tercatat ada tiga nama asing lain seperti Ramon Bueno, Sin Yeong Bae, dan Eber Bessa yang siap dimasukkan sewaktu-waktu untuk menjaga ritme permainan.
Hingga berita ini diturunkan, jalannya pertandingan masih berlangsung dengan intensitas tinggi. PSIM dituntut segera bangkit untuk mengejar ketertinggalan dan mengamankan poin di kandang, mengingat waktu pertandingan yang masih cukup panjang bagi kedua kubu untuk saling serang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
2

















































