Prabowo Targetkan Swasembada Energi 3 Tahun, Ini Strateginya

4 hours ago 3

Prabowo Targetkan Swasembada Energi 3 Tahun, Ini Strateginya

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Musyawarah Nasional HIPMI ke-18 Tahun 2026 di Lampung, Rabu (10/6/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

Harianjogja.com, JAKARTA— Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada energi nasional dalam waktu tiga tahun ke depan. Target ambisius tersebut disampaikan dalam pembukaan Musyawarah Nasional HIPMI ke-18 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut kemandirian energi menjadi salah satu pilar utama pembangunan nasional, seiring upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi di tengah dinamika global yang tidak menentu. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor energi, melainkan harus mampu memenuhi kebutuhan sendiri melalui optimalisasi sumber daya domestik.

“Kita menuju swasembada energi. Perhitungan kita, tiga tahun lagi kita bisa capai itu,” ujar Prabowo.

Pemerintah saat ini disebut tengah mengakselerasi berbagai program strategis di sektor energi, mulai dari pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) seperti tenaga surya, panas bumi, hingga bioenergi, hingga peningkatan produksi minyak dan gas dalam negeri. Selain itu, efisiensi energi dan pembangunan infrastruktur pendukung juga menjadi fokus utama untuk mempercepat pencapaian target tersebut.

Tak hanya soal energi, Prabowo juga menegaskan bahwa swasembada energi akan berjalan beriringan dengan agenda besar industrialisasi nasional. Ia menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai langkah konkret untuk meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia.

Menurutnya, selama ini Indonesia terlalu lama bergantung pada ekspor bahan mentah tanpa pengolahan maksimal. Ke depan, pemerintah ingin memastikan seluruh sumber daya strategis diolah di dalam negeri agar mampu menciptakan lapangan kerja yang luas dan meningkatkan daya saing industri nasional.

“Kita akan lakukan industrialisasi melalui hilirisasi. Semua komoditas harus diolah di Indonesia, menjadi kekuatan industri kita sendiri,” tegasnya.

Prabowo menilai, langkah hilirisasi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi kunci kemandirian bangsa. Dengan industri yang kuat, Indonesia dinilai akan lebih tahan menghadapi tekanan global, termasuk potensi krisis pangan dan energi.

Ia juga menyinggung peringatan Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait ancaman krisis global, termasuk potensi kelaparan di sejumlah negara. Dalam konteks tersebut, Prabowo menyebut posisi Indonesia relatif kuat, namun tetap harus waspada.

“Banyak negara sekarang dalam kondisi sulit. Peringatan sudah disampaikan bahwa dunia menghadapi tantangan besar, termasuk soal pangan. Kita harus siap dan tidak boleh lengah,” katanya.

Dengan kombinasi swasembada energi dan hilirisasi industri, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjadi negara yang mandiri secara ekonomi sekaligus berdaya saing tinggi di tingkat global dalam beberapa tahun ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news