Prabowo Minta Tepung Singkong Diproduksi Skala Besar untuk Padamkan Karhutla

6 hours ago 7

Prabowo Minta Tepung Singkong Diproduksi Skala Besar untuk Padamkan Karhutla

Tangkapan layar Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam peluncuran dan peletakan batu pertama program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). YouTube Sekretariat Presiden/Antara-Fathur Rochman

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto mendorong produksi dalam skala besar bahan pemadam kebakaran berbentuk tepung yang berbahan baku singkong. Inovasi tersebut disebut dapat digunakan untuk mencegah sekaligus memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pembahasan mengenai inovasi tersebut muncul dalam rapat terbatas yang dipimpin Prabowo bersama jajaran TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan terkait penanganan karhutla di wilayah tersebut, Senin (24/8/2026).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahan pemadam tersebut menggunakan tepung sebagai bahan baku utama. Saat disemprotkan ke sumber api, bahan itu bekerja dengan memisahkan unsur yang membuat api tetap menyala.

“ Terkait zat, ada sejenis zat yang bahan baku utamaya dari tepung yang bisa digunakan untuk mencegah. Kalau disemprot dengan bahan tersebut, dia bisa mencegah agar antara api O2 dan CO2 itu bisa terpisah pak,” ujar Kapolri saat menjelaskan inovasi tersebut kepada Presiden Prabowo.

Menurut Listyo, bahan tersebut dapat digunakan untuk mencegah maupun memadamkan api pada tahap awal. Penggunaannya juga dapat dikembangkan untuk menghadapi kebakaran dengan skala lebih besar dengan menyesuaikan jumlah bahan yang digunakan.

“Kalau kami lihat, itu sebenarnya bisa diproduksi. Jadi itu bisa untuk mencegah dan memadamkan api mula-mula. Tapi kalau jumlah tepung tersebut mungkin api dalam bentuk sedang atau besar itu juga bisa,” katanya.

Temuan Babinsa di Lubuk Linggau

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis mengatakan inovasi bahan pemadam berbentuk tepung tersebut berasal dari temuan Babinsa di Kota Lubuk Linggau, Sumatra Selatan.

Namun, kapasitas produksi bahan tersebut saat ini masih terbatas. Menurut Darwis, produksi dapat dikembangkan dalam skala lebih besar apabila mendapat dukungan yang diperlukan.

“Memang kapasitas produksi masih kecil, kalau memang ini kami akan coba secara besar,” ujarnya.

Presiden Prabowo kemudian menanyakan efektivitas bahan tersebut untuk meredam api. Darwis memastikan bahan berbentuk tepung itu efektif digunakan untuk penanganan kebakaran.

“Efektif,” jawab Darwis.

Prabowo selanjutnya menggali lebih jauh kemampuan bahan tersebut untuk menangani kebakaran dengan skala besar. Presiden juga memastikan bahan baku yang digunakan berasal dari ubi.

“Menarik sekali itu? Bahan bakunya dari ubi?” ujar Prabowo.

Setelah mendapat penjelasan tersebut, Prabowo meminta agar pengembangan dan produksi bahan pemadam itu segera dilakukan dalam skala besar. Pemerintah juga membuka peluang memberikan dukungan anggaran.

“Coba di produksi dalam skala besar, ajukan biaya untuk produksinya, ya kita usahakan semua upaya,” kata Prabowo.

Dalam rapat tersebut, Prabowo bahkan melontarkan gurauan mengenai penggunaan bahan berbasis tepung tersebut sebagai alternatif metode water bombing dalam penanganan karhutla.

“Berarti yang kita waterbombing bukan waterbombing ya, jadi ubi bombing,” ujarnya.

Korporasi Diminta Perkuat Penanganan Karhutla

Selain membahas inovasi bahan pemadam, penanganan karhutla di Sumatra Selatan juga membutuhkan dukungan dari perusahaan yang memiliki wilayah konsesi.

Komandan Satgas Operasi Penanggulangan Karhutla Sumsel Brigjen TNI Khabib Mahfud mengatakan kesiapan korporasi menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat penanganan kebakaran, khususnya di area konsesi perusahaan.

Menurut Khabib, salah satu contoh ditunjukkan mitra pemasok APP Group yang tidak hanya menangani kebakaran di wilayah konsesinya, tetapi juga membantu penanggulangan karhutla di luar area perusahaan.

“Kalau yang lain seperti Sinar Mas (APP Group), itu saya lihat sudah cukup aktif. Bahkan mereka kan punya sendiri pesawat atau heli yang digunakan untuk water bombing,” katanya.

Khabib menilai kesiapan tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk memperkuat fasilitas mitigasi dan penanggulangan karhutla secara mandiri.

Dia berharap setiap perusahaan memiliki Regu Pemadam Kebakaran (RPK) yang didukung personel terlatih serta peralatan memadai dan mudah dikerahkan ketika kebakaran terjadi.

“Saya berharap setiap perusahaan itu memiliki RPK. Dan RPK (Regu Pemadam Kebakaran) mereka itu senantiasa dibekali, baik itu perlengkapannya, kemudian dilatih, juga harus mudah untuk digerakkan,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news