
Foto Ilustrasi: Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror /ANTARA FOTO-Fakhri Hermansyah
Harianjogja.com, JAKARTA — Listyo Sigit Prabowo terus mendorong modernisasi kepolisian dengan menyiapkan standar baru perlengkapan personel. Melalui konsep Minimal Essential Police Equipment (MEPE), Kepolisian Negara Republik Indonesia ingin memastikan setiap anggota di lapangan memiliki perlengkapan minimal yang memadai sesuai kebutuhan tugas dan kondisi wilayah.
Kebijakan ini disampaikan Kapolri saat kegiatan Rapat Kerja Teknis Slog Polri 2026 di Jakarta Timur, Selasa (12/5/2026). Menurutnya, penyusunan standar ini menjadi langkah strategis agar kesiapan personel lebih terukur dan profesional.
“Ke depan kita memiliki standar jelas terkait peralatan minimal yang wajib dimiliki anggota, sehingga saat bertugas bisa optimal,” ujar Sigit.
Standarisasi Peralatan, Kunci Profesionalisme Polri
Program MEPE tidak sekadar soal perlengkapan, tetapi juga penyesuaian dengan karakteristik wilayah. Personel yang bertugas di daerah rawan konflik, perbatasan, hingga perkotaan akan memiliki kebutuhan perlengkapan berbeda.
Dengan adanya standar ini, Polri menargetkan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus meminimalkan risiko bagi anggota saat menjalankan tugas.
Seragam Khusus Anti-Serangan Disiapkan
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga meresmikan fasilitas Slog Lab, laboratorium khusus untuk menguji kualitas seragam dan perlengkapan anggota. Laboratorium ini memastikan setiap perlengkapan memenuhi spesifikasi keamanan yang telah ditetapkan.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah seragam khusus yang dirancang untuk menghadapi ancaman di wilayah konflik. Seragam ini diklaim mampu memberikan perlindungan dari serangan anak panah—ancaman yang masih ditemukan di beberapa daerah tertentu.
Tak hanya itu, personel juga akan dilengkapi perlindungan tambahan untuk menghadapi situasi berisiko tinggi seperti lemparan bom molotov hingga potensi ancaman tembakan.
430 Kendaraan Baru, Fokus Ramah Lingkungan
Sebagai bagian dari penguatan operasional, Polri juga mendistribusikan sekitar 430 unit kendaraan dinas baru. Armada tersebut terdiri dari sepeda motor dan mobil patroli, termasuk kendaraan berbasis listrik yang lebih ramah lingkungan.
Distribusi kendaraan ini diprioritaskan untuk wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, termasuk di Papua Tengah yang memiliki tantangan geografis dan keamanan tersendiri.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi Polri menuju institusi yang modern, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tingkatkan Keamanan dan Pelayanan Publik
Dengan kombinasi standar perlengkapan, inovasi seragam, hingga penambahan kendaraan, Polri berharap mampu meningkatkan efektivitas tugas di lapangan.
Kebijakan ini juga menjadi jawaban atas tuntutan masyarakat terhadap aparat yang lebih profesional, sigap, dan terlindungi saat menjalankan tugas negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
5

















































