TANAH DATAR, KLIKPOSITIF — Politeknik Negeri Padang (PNP) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong pembangunan daerah melalui penyusunan master plan infrastruktur Nagari Pangian, Kabupaten Tanah Datar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk menguatkan ekonomi nagari berbasis potensi lokal secara berkelanjutan, selaras dengan program Kampus Berdampak yang diusung PNP.
Direktur PNP, Revalin Herdianto, menyampaikan bahwa penyusunan master plan ini dilatarbelakangi oleh berbagai kendala pembangunan yang selama ini menghambat optimalisasi potensi ekonomi nagari. Beberapa sektor unggulan Nagari Pangian, seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata, dinilai belum berkembang maksimal akibat keterbatasan infrastruktur dan perencanaan pembangunan yang belum terintegrasi.
“Kami menyadari bahwa pembangunan yang tidak terencana dengan baik akan menyulitkan pemanfaatan potensi lokal. Karena itu, PNP mengambil peran aktif sebagai mitra strategis pemerintah nagari, membantu merumuskan arah pembangunan yang berbasis kajian teknis dan kebutuhan riil masyarakat,” ujar Revalin Herdianto dalam keterangan resmi yang diterima klikpositif.com, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan penyusunan master plan ini, lanjutnya, sekaligus merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat PNP. Proses penyusunan melibatkan unsur pimpinan, seperti Wakil Direktur, Ketua Jurusan Teknik Sipil, serta dosen dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) PNP di Tanah Datar. “Pendekatan ini diharapkan menghasilkan dokumen perencanaan yang matang, berbasis data lapangan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Fokus pada Sektor Pertanian dan Perikanan
Dalam penyusunan master plan insfrastruktur Nagari Pangian, Revalin mengatakan bahwa sektor pertanian menjadi perhatian utama. Karena, di Nagari Pangian, sekitar 38 hektare lahan sawah masih mengalami kendala suplai air. Sistem irigasi yang belum berfungsi optimal menyebabkan produktivitas pertanian menurun, sehingga berdampak langsung pada pendapatan petani.
Permasalahan distribusi air tidak hanya memengaruhi lahan pertanian, tetapi juga sektor perikanan. Bahkan, beberapa kolam ikan milik warga mengalami penurunan produktivitas akibat sistem pengairan yang belum tertata dengan baik. “Kondisi ini tentunya juga memengaruhi ketahanan ekonomi masyarakat yang mayoritas bergantung pada pertanian sebagai mata pencaharian utama,” ujarnya.
Menurut Revalin, situasi ini menegaskan pentingnya perencanaan infrastruktur irigasi yang terintegrasi dan berkelanjutan sebagai penopang ekonomi berbasis sumber daya alam lokal. Maka dari itu, PNP melalui Jurusan Teknik Sipil, telah melakukan survei dan pemetaan awal terkait kondisi sistem irigasi di Nagari Pangian. “Pemetaan ini mencakup karakteristik wilayah, sumber air, jalur distribusi, serta berbagai hambatan teknis yang ditemukan di lapangan,” bebernya.
Pengembangan Pariwisata Berbasis Infrastruktur Terencana
Selain pertanian dan perikanan, Revalin juga menyampaikan bahwa pengembangan sektor pariwisata juga menjadi fokus utama dalam master plan. Karena, Nagari Pangian memiliki potensi wisata alam yang besar, khususnya objek wisata Ngalau yang menawarkan keindahan geologis dan panorama alam memukau. Namun, potensi wisata tersebut belum tergarap optimal karena akses jalan yang terbatas, minimnya fasilitas pendukung, serta belum terpenuhinya standar keselamatan bagi pengunjung.
“Tanpa perencanaan infrastruktur yang matang, pengembangan wisata Ngalau sulit memberikan kontribusi ekonomi signifikan bagi masyarakat. Bahkan, peluang kerja sama dengan pihak eksternal, termasuk perusahaan dan investor, berpotensi terhambat karena belum adanya dokumen perencanaan yang komprehensif,” jelas Revalin.
Dalam master plan ini, PNP merancang pengembangan wisata Ngalau yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan. Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, rencana ini bertujuan menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat, termasuk pembukaan peluang kerja, peningkatan kapasitas sumber daya lokal, serta penguatan industri kreatif yang mendukung pariwisata.
Langkah Strategis Menuju Nagari Mandiri dan Berkelanjutan
Penyusunan master plan Nagari Pangian merupakan bukti nyata peran pendidikan vokasi dalam memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan daerah. Dengan pendekatan berbasis data lapangan, kajian teknis, dan keterlibatan lintas program studi, PNP berharap hasil perencanaan ini dapat menjadi pijakan bagi pemerintah nagari dalam membangun infrastruktur yang tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan.
Revalin menekankan bahwa keberhasilan master plan ini tidak hanya diukur dari peningkatan infrastruktur semata, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya dalam bentuk peningkatan pendapatan, ketahanan ekonomi, dan kualitas hidup yang lebih baik. “Kami berharap Nagari Pangian dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi lokal yang sukses melalui perencanaan infrastruktur yang terintegrasi dan berorientasi pada keberlanjutan,” tutupnya.(*)

5 days ago
11


















































