Pemprov Sulsel Dorong Sekolah Rakyat untuk Anak Kurang Mampu, Sediakan Asrama dan Makan

7 hours ago 4
Pemprov Sulsel Dorong Sekolah Rakyat untuk Anak Kurang Mampu, Sediakan Asrama dan MakanGubernur Andi Sudirman Sulaiman berfoto bersama siswa di Sekolah Rakyat (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan program Sekolah Rakyat mendapat respons positif dari masyarakat. Program tersebut disebut menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menilai kebutuhan pendidikan bagi kelompok rentan masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini mengalami keterbatasan.

Program Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya menyediakan layanan pendidikan formal, tetapi juga fasilitas pendukung bagi siswa. Fasilitas tersebut meliputi asrama, kebutuhan makan, serta perlengkapan dasar lainnya.

Pemerintah menilai penyediaan fasilitas terpadu akan membantu siswa fokus pada kegiatan belajar. Pendekatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah Sekolah Rakyat ini sangat diminati Karena inilah merupakan solusi daripada tempat-tempat penitipan Anak-anak kita yang susah,” tuturnya, Sabtu (19/04/2026).

Menurutnya, salah satu permasalahan yang dihadapi adalah keberadaan tempat penitipan anak yang belum dilengkapi fasilitas pendidikan memadai. Kondisi tersebut membuat sebagian anak hanya memperoleh tempat tinggal tanpa akses sekolah yang layak.

Situasi ini dinilai dapat berdampak pada rendahnya kualitas pendidikan anak di masa depan. Oleh karena itu, pemerintah mendorong integrasi layanan pendidikan dan kebutuhan dasar dalam satu sistem.

Ia menjelaskan bahwa di sejumlah wilayah telah tersedia tempat penitipan anak yang menampung anak-anak dari keluarga rentan. Namun fasilitas yang tersedia masih terbatas pada kebutuhan dasar seperti tempat tinggal dan makanan.

Ketiadaan akses pendidikan formal menjadi persoalan utama dalam pengelolaan tempat tersebut. Pemerintah menilai kondisi tersebut perlu segera diatasi melalui program pendidikan yang terintegrasi.

“Karena tempat penitipan ada beberapa kami punya regional, ada di Bulukumba, ada di Maros, ada di beberapa tempat, tempatnya ini tidak ada sekolah, hanya tempat tidur tok saja, dan kemudian makannya saja,” ungkapnya.

Sebagai solusi, Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep terpadu yang menggabungkan layanan pendidikan dan asrama. Fasilitas yang disiapkan mencakup ruang belajar, tempat tinggal, serta dukungan kebutuhan harian siswa.

Pemerintah berharap konsep ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih terarah. Selain itu, keberadaan fasilitas pendukung diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

Konsep pendidikan berasrama dinilai memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pembinaan secara menyeluruh. Tidak hanya aspek akademik, siswa juga diharapkan mendapatkan pembinaan karakter selama mengikuti pendidikan.

Lingkungan belajar yang terkontrol dinilai penting untuk membentuk disiplin siswa. Pendekatan ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko putus sekolah.

“Ini Sekolah Rakyat sudah ada asramanya, ada makannya, ada sekolahnya dan kemudian dengan guru-guru, dan kemudian pakaian-pakaian yang bagus,” ujar Andi Sudirman.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga berencana memberikan prioritas kepada anak-anak yang selama ini tinggal di tempat penitipan. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan kelompok rentan mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Pemerintah menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya mengurangi kesenjangan pendidikan. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Prioritas bagi anak-anak dari tempat penitipan diharapkan dapat mempercepat pemerataan layanan pendidikan. Selama ini, kelompok tersebut dinilai memiliki keterbatasan akses terhadap sekolah formal.

Pemerintah menilai intervensi khusus diperlukan untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pembangunan pendidikan di daerah.

“Insyallah kami minta dengan sangat, mudah-mudahan Anak-anak yang tinggal di tempat penitipan ini Bisa mendapatkan prioritas,” pungkasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news