
Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Sleman, Bernadus Edy Nugroho.ist
Harianjogja.com, SLEMAN—PDAM Tirta Sembada Sleman memastikan pasokan air bersih tetap aman menghadapi musim kemarau dengan menyiapkan sejumlah sumber cadangan berkapasitas besar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dini meski hingga kini belum terjadi penurunan debit air secara signifikan.
Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Sleman, Bernadus Edy Nugroho, menjelaskan strategi pengamanan pasokan dilakukan melalui optimalisasi berbagai sumber air yang masih memiliki ruang kapasitas cukup besar. Salah satu andalan berasal dari Sungai Opak di wilayah Prambanan.
Menurutnya, sumber air dari Sungai Opak memiliki kapasitas mencapai 150 liter per detik. Namun, saat ini baru dimanfaatkan sekitar 30 liter per detik sehingga masih tersedia cadangan hingga 120 liter per detik yang dapat digunakan sewaktu-waktu jika kebutuhan meningkat.
Selain itu, potensi sumber air lain juga masih belum dimaksimalkan, seperti di wilayah Ngemplak serta dua sumur di Ketingan. Seluruh titik tersebut menjadi bagian dari skema cadangan untuk menjaga stabilitas distribusi air ke pelanggan.
PDAM Sleman juga mengandalkan suplai dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional yang mengambil air dari Kali Progo. Dari total kapasitas 150 liter per detik, saat ini pemanfaatannya baru mencapai 125 liter per detik, sehingga masih tersedia ruang tambahan untuk meningkatkan suplai.
Secara keseluruhan, PDAM Tirta Sembada Sleman memiliki kapasitas produksi sekitar 500 liter per detik. Kapasitas ini digunakan untuk melayani sekitar 46.500 pelanggan yang tersebar di berbagai wilayah Sleman dengan sumber air yang berasal dari mata air, air permukaan, hingga jaringan SPAM regional.
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, wilayah Sleman bagian barat, khususnya Kapanewon Minggir, masih menjadi daerah yang paling rawan terdampak kekeringan saat musim kemarau. Meski demikian, kondisi tersebut kini jauh lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Edy Nugroho menyebutkan sejak 2019, wilayah tersebut tidak lagi membutuhkan droping air secara rutin. Pengiriman air tangki kini hanya dilakukan dalam kondisi tertentu, seperti ketika terjadi gangguan teknis, misalnya kerusakan pompa.
Dengan kesiapan cadangan air dan sistem distribusi yang terus diperkuat, PDAM Sleman optimistis mampu menjaga layanan air bersih tetap stabil sepanjang musim kemarau, sekaligus meminimalkan potensi krisis air di wilayah rawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
1

















































