Ribuan warga dari berbagai wilayah di DIY antusias mengikuti Silaturahmi Idul Fitri dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Senin (30/3/2026). - Harian Jogja - Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Ribuan warga dari berbagai penjuru DIY rela datang sejak pagi dan mengantre panjang demi bisa bersalaman langsung dalam momen Silaturahmi Idulfitri di Kepatihan.
Sejak pukul 08.00 WIB, antrean sudah mengular di kompleks Kepatihan di Jogja, memanjang dari gerbang Bangsal hingga keluar area, bahkan terus bertambah seiring waktu.
Cuaca yang semakin terik tak menyurutkan langkah warga. Dari anak-anak hingga lansia, termasuk pedagang dan guru, semua berbaur dalam satu tujuan yang sama.
Di tengah antrean, terlihat pula warga difabel dan lansia yang menggunakan kursi roda tetap mengikuti kegiatan dengan antusias.
Sesi salaman dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, diawali oleh Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, bersama jajaran ASN, lalu dilanjutkan masyarakat umum yang telah menunggu sejak pagi.
Momen ini mempertemukan warga dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam X dalam suasana Lebaran yang hangat dan khidmat.
Supartini, warga dari Manding, Bantul, datang bersama rombongan sekitar 60 orang menggunakan tiga bus. “Saya tahu dari Facebook. Ya saya pengen banget, pengen cari berkah dari Pak Sri Sultan,” ujarnya.
Ia bahkan memilih tidak berjualan di Pasar Imogiri demi mengikuti kegiatan ini untuk pertama kalinya. Warga lainnya, Siti Fatimah, juga dari Bantul, mengaku selalu datang setiap tahun karena merasakan kebahagiaan tersendiri. “Pokoknya senang saja habis dari sini,” katanya, Senin (30/3/2026).
Suasana semakin hidup dengan kehadiran pelaku UMKM yang membagikan makanan gratis seperti angkringan, soto, hingga dawet kepada pengunjung. Sugiyono, salah satu penjual angkringan, mengaku sengaja meliburkan aktivitas jualannya demi berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Hari ini saya libur jualan, fokus ke acara ini saja,” ujarnya. Kehadiran anak-anak difabel dari SLB Negeri 1 Jogja juga memberi warna tersendiri. Didampingi guru dan orang tua, mereka mengikuti antrean dengan tertib.
Guru SLB, Suharti, menyebut kegiatan ini menjadi pengalaman pertama sekaligus sarana pembentukan karakter bagi para siswa.
Menurutnya, akses di Kepatihan cukup ramah difabel karena mereka mendapat prioritas.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyebut kegiatan ini sekaligus menjadi puncak rangkaian Hari Jadi ke-271 DIY.
Ia memperkirakan lebih dari 5.000 orang hadir, didorong kerinduan masyarakat setelah beberapa tahun kegiatan serupa tidak digelar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

3 hours ago
3

















































