Musala An Nur Dibangun Kembali Usai Diterjang Banjir Bandang, Fadly Amran Harap Jadi Pusat Pembelajaran dan Sosial Warga

19 hours ago 9

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Setelah bangunan sebelumnya hanyut diterjang banjir bandang pada November 2025, Musala An Nur di Batang Kabung RT 03 RW 02, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, akhirnya kembali berdiri dan diresmikan.

Peresmian musala tersebut dilakukan Wali Kota Padang Fadly Amran, Minggu (30/8/2026). Momen itu menjadi penanda bangkitnya kembali salah satu sarana ibadah masyarakat yang sempat hilang akibat bencana.

Peresmian turut dihadiri Plt Kabag Kesra Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Lurah Batang Kabung Ganting Okimi Oktobery, perwakilan pengurus Musala An Nur Ramli Edison, serta sejumlah elemen masyarakat setempat.

Musala An Nur yang baru dibangun kembali tersebut berdiri di atas tanah wakaf warga. Pembangunannya merupakan hasil gotong royong masyarakat di ranah dan rantau melalui infak dan sedekah.

Semangat kebersamaan itu pula yang membuat pembangunan kembali musala dapat direalisasikan setelah bangunan lama rusak dan hanyut akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada November 2025.

Fadly Amran mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pembangunan kembali Musala An Nur. Menurutnya, kontribusi masyarakat dalam bentuk wakaf tanah maupun infak merupakan bentuk kepedulian yang memiliki nilai besar, terutama karena diperuntukkan bagi kepentingan umat.

“Saya mengapresiasi bapak dan ibu yang ada di ranah dan rantau yang telah mau menginfakkan sebagian rezekinya dan mewakafkan tanahnya untuk pembangunan musala ini. Semoga kita diberi keberkahan dan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT,” ujar Fadly.

Ia mengatakan, keberadaan Musala An Nur diharapkan tidak berhenti sebagai tempat pelaksanaan ibadah rutin masyarakat. Lebih dari itu, musala diharapkan tumbuh menjadi ruang yang hidup dan memberikan manfaat luas bagi warga, khususnya bagi generasi muda.

Menurut Fadly, musala dapat menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar ilmu agama, membangun kebiasaan positif, serta menanamkan nilai-nilai akhlak sejak usia dini. Pada saat yang sama, musala juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul dan pusat berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Selain menjadi sarana ibadah, Musala An Nur diharapkan menjadi tempat belajar bagi anak-anak sekaligus pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan, termasuk mendukung Program Smart Surau,” katanya.

Fadly juga mendorong pengurus dan masyarakat sekitar untuk menjadikan Musala An Nur sebagai bagian dari penguatan Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, Smart Surau.

Ia menilai Smart Surau memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki adab dan sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, menurut dia, keberadaan musala di tengah permukiman warga harus dioptimalkan sebagai pusat pembinaan anak-anak. Aktivitas keagamaan yang terarah di lingkungan musala diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi dalam membangun karakter generasi muda Kota Padang.

“Program Smart Surau memberikan dampak positif terhadap pembentukan adab dan sikap anak-anak. Karena itu, kami berharap musala ini dapat menjadi bagian dari gerakan tersebut dan benar-benar hidup dengan berbagai aktivitas positif,” ujar Fadly.

Di sisi lain, perwakilan Pengurus Musala An Nur, Ramli Edison, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pembangunan kembali musala tersebut.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para ahli waris yang telah bersedia mewakafkan tanah milik orang tua mereka untuk pembangunan musala. Menurutnya, wakaf tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat kembali memiliki sarana ibadah yang representatif.

“Terima kasih kepada para ahli waris yang telah mewakafkan tanah milik orang tuanya, serta bapak dan ibu yang telah berinfak untuk pembangunan musala ini,” kata Ramli.

Ramli menjelaskan, pembangunan kembali Musala An Nur dimulai pada pertengahan Januari 2026. Proses pembangunan berlangsung sekitar enam bulan hingga akhirnya rampung pada Juli 2026.

Untuk membangun kembali musala tersebut, masyarakat menghimpun dana secara gotong royong. Sumber pembiayaan berasal dari infak dan sedekah masyarakat sekitar maupun para perantau yang turut memberikan dukungan.

Total dana yang digunakan dalam pembangunan kembali Musala An Nur mencapai sekitar Rp467 juta.

Rampungnya pembangunan dan peresmian musala tersebut sekaligus menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Batang Kabung Ganting dalam memulihkan fasilitas umum yang terdampak bencana.

Bagi warga, kembali berdirinya Musala An Nur bukan sekadar menghadirkan bangunan baru. Musala tersebut diharapkan menjadi ruang yang kembali menyatukan masyarakat, tempat anak-anak menimba ilmu, serta wadah untuk menghidupkan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Pemerintah Kota Padang pun berharap semangat gotong royong yang telah ditunjukkan masyarakat dalam pembangunan kembali Musala An Nur dapat terus dipelihara. Dengan demikian, musala tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga benar-benar menjadi pusat aktivitas yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitarnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news