
Mahasiswa KKN UGM memberikan sosialisasi literasi keuangan di Kantor Kalurahan Giripeni, Selasa (28/7/2026) yang langsung mendatangkan pihak BRI untuk menyampaikan pemahaman terkait pinjaman KUR dan KPP yang bisa diakses pelaku usaha. Harian Jogja/Khairul Ma'arif.
Harianjogja.com, KULONPROGO— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar sosialisasi literasi keuangan di Kantor Kalurahan Giripeni, Wates, Kulonprogo, Selasa (28/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai akses pembiayaan resmi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Program Perumahan (KPP) agar terhindar dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal.
Program KUR maupun KPP diperkenalkan sebagai alternatif pembiayaan dengan bunga rendah yang dijalankan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), sehingga dinilai lebih aman bagi pelaku usaha maupun UMKM.
Pinjol Ilegal Jadi Latar Belakang Sosialisasi
Perwakilan Mahasiswa KKN-PPM UGM YO019 2026, Edelweis Simanjuntak, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari tingginya fenomena warga yang memilih pinjaman online ilegal karena minimnya informasi mengenai akses pembiayaan resmi.
"Di Giripeni sendiri banyak masyarakat yang daripada menggunakan pinjaman legal yang diberikan oleh bank, mereka justru menjurus ke pinjaman online. Setelah masuk, mereka terjerat dan tidak dapat membayar, padahal pinjol ilegal tersebut tidak dilindungi oleh hukum maupun pemerintah," ujar Perwakilan Mahasiswa KKN-PPM UGM YO019 2026, Edelweis Simanjuntak kepada wartawan di lokasi kegiatan, Selasa (28/7/2026).
Gandeng BRI BO Wates Kenalkan KUR dan KPP
Untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI Branch Office (BO) Wates sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut.
Melalui kolaborasi itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai skema pembiayaan resmi, termasuk fasilitas kredit dan perlindungan asuransi yang disubsidi pemerintah melalui program KUR dan KPP.
Edelweis menjelaskan sebanyak 25 warga Giripeni mengikuti kegiatan literasi keuangan tersebut. Mayoritas peserta merupakan pelaku usaha dan pedagang yang dinilai sangat membutuhkan informasi mengenai pembiayaan usaha.
"Latar belakang mereka mayoritas pedagang yang memang sangat cocok dengan pembahasan literasi keuangan ini," tambahnya.
Peserta Akui Mendapat Informasi yang Valid
Salah satu peserta, Wahyu Bawaningsih, mengaku sosialisasi tersebut memberikan manfaat karena memperoleh informasi langsung dari sumber yang berwenang.
Perempuan berusia 55 tahun itu mengatakan dirinya pernah memanfaatkan fasilitas KUR untuk mengembangkan usaha jual beli bahan bangunan. Menurutnya, bunga yang relatif rendah sangat membantu keberlangsungan usahanya.
Pernah Terpaksa Meminjam ke Bank Plecit
Wahyu juga menceritakan pernah berada dalam kondisi terdesak hingga memilih meminjam kepada rentenir atau yang dikenal masyarakat sebagai bank plecit. Keputusan tersebut diambil demi menjaga kelancaran usaha dan memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman.
"Sebab kepepet! Dulu saya pinjam di bank kan tidak cuma di satu tempat. Konsekuensinya kalau pinjam itu jangan sampai mundur, jangan tidak mengangsur, atau ngeblong. Mau pinjam ke orang lain belum tentu diberi, dan malunya itu jelas. Daripada malu balik tangan kosong dari rumah orang, terpaksa ambil jalan itu. Tapi itu hanya sekali saja saat benar-benar terdesak," ungkapnya.
Bertekad Sebarkan Edukasi kepada Pelaku UMKM
Setelah mengikuti sosialisasi, Wahyu menilai pemahaman mengenai literasi keuangan sangat penting bagi pelaku usaha mikro agar lebih bijak dalam memilih sumber pembiayaan.
Ia pun berencana membagikan informasi yang diperolehnya kepada komunitas pelaku usaha di Kulonprogo agar semakin banyak UMKM memanfaatkan lembaga keuangan resmi dengan bunga rendah dan menjauhi pinjaman online ilegal maupun bank plecit.
"Sangat bermanfaat sekali. Usaha itu kan penginnya untung banyak. Kalau bunganya rendah, sisa keuntungan untuk kita bisa lebih besar. Setelah mendapat penjelasan langsung dari sumbernya yang valid, saya bisa membagikan ilmu ini ke teman-teman di komunitas," pungkas Wahyu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
4

















































