Bupati Klaten Siapkan Solusi bagi Pedagang Korban Kebakaran Pasar

7 hours ago 4

Bupati Klaten Siapkan Solusi bagi Pedagang Korban Kebakaran Pasar

Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali. /Espos.

Harianjogja.com, KLATEN— Kebakaran yang menghanguskan Pasar Sidoharjo Bayat di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, meninggalkan kerugian besar bagi para pedagang. Barang dagangan yang baru didatangkan untuk persiapan penjualan awal pekan ludes dilalap api. Kini, harapan terbesar para pedagang adalah dapat segera kembali berjualan dengan dukungan permodalan agar roda perekonomian keluarga tetap berjalan.

Suasana Pasar Sidoharjo Bayat pada Selasa (28/7/2026) masih dipenuhi bekas kebakaran. Berbagai barang dagangan tampak hangus berserakan, sementara sayur-mayur yang telah layu masih berada di atas meja tempat para pedagang terakhir kali berjualan sebelum api membakar bangunan pasar.

Jejak Kebakaran Masih Terlihat di Seluruh Area Pasar

Kerusakan terlihat hampir di setiap sudut pasar. Timbangan kodok yang biasa digunakan pedagang rusak dan berserakan. Keramik los pasar pecah serta retak akibat suhu panas yang tinggi saat kebakaran terjadi.

Tak hanya itu, buku catatan transaksi ikut terbakar hingga bagian tepinya menghitam. Berbagai barang sandang seperti pakaian dan celana pun tak lagi utuh setelah dilalap kobaran api.

Dagangan Baru Ludes Terbakar

Salah satu pedagang, Darini, 45, mengaku kehilangan seluruh stok dagangan yang baru saja datang dari kulakan. Barang-barang tersebut sedianya akan dijual pada hari berikutnya setelah dipasok pada awal pekan.

Berbagai kebutuhan sehari-hari seperti makanan ringan, roti, sembako hingga susu UHT habis terbakar. Kerugian yang dialaminya diperkirakan melebihi Rp50 juta.

"Pokoke menika dagangan baru turun semua ke sini karena kan Senin. Kalau Senin dagangan semua masuk. Pokoke di sini penuh kemarin. Habis semua [Pokoknya di sini barang dagangan baru turun semua karena hari Senin. Kalau Senin, barang dagangan semua masuk. Seluruhnya habis]," kata Darini saat ditemui wartawan di Pasar Sidoharjo Bayat, Selasa (28/7/2026).

Darini menceritakan kebakaran terjadi ketika aktivitas perdagangan telah selesai. Setelah menerima kabar, ia langsung menuju pasar, namun kobaran api sudah membesar saat dirinya tiba di lokasi.

"Ada kabar kemudian ke sini sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi," kata Darini.

Pedagang Minta Bantuan Modal untuk Bangkit

Kerugian serupa juga dialami Sidik. Pedagang asal Kecamatan Trucuk itu kehilangan berbagai peralatan batik, perlengkapan rumah tangga, hingga barang pecah belah. Meski sebagian barang berhasil diselamatkan, nilai kerugiannya diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Sidik mengetahui kebakaran tersebut setelah mendapat kabar dari sesama pedagang. Ia segera menuju pasar untuk melihat kondisi lapaknya. Berkat bantuan kerabat, sebagian barang dagangannya masih sempat diamankan.

Menurut Sidik, bantuan permodalan menjadi kebutuhan paling mendesak agar para pedagang dapat kembali menjalankan usaha yang menjadi sumber nafkah keluarga.

"Mbok menawi pemerintah maringi keringanan kangge modal malih nggih alhamdulillah. Wondene mboten nggih pripun [Kalau memungkinkan pemerintah bisa memberikan kemudahan untuk modal lagi ya alhamdulillah. Kalau tidak, ya kami berharap baiknya seperti apa]," kata Sidik.

Aktivitas Jual Beli Tetap Berjalan

Di tengah kondisi pasar yang porak-poranda, aktivitas jual beli masih berlangsung. Sejumlah pedagang memanfaatkan area di sekitar pasar untuk melayani pembeli sembari menunggu kepastian lokasi berjualan yang baru.

Sementara itu, garis polisi masih membentang mengelilingi area pasar sebagai bagian dari proses penyelidikan penyebab kebakaran.

Pemkab Klaten Siapkan Langkah Pemulihan

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meninjau langsung Pasar Sidoharjo Bayat pada Selasa (28/7/2026) siang. Dalam kunjungannya, Hamenang berdialog dengan para pedagang sekaligus melihat dampak kebakaran yang melanda bagian tengah pasar.

Hamenang mengatakan Pemerintah Kabupaten Klaten sedang menyiapkan sejumlah skema untuk mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi di Pasar Sidoharjo Bayat. Pemerintah memprioritaskan agar para pedagang dapat segera kembali berjualan, termasuk membantu kebutuhan permodalan.

"Pedagang intinya segera bisa berjualan kembali kemudian beberapa ada yang butuh permodalan. Insyaallah dua permasalahan ini yang kemudian menjadi konsentrasi kami bersama," kata Hamenang.

Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat terjadi pada Senin (27/7/2026) sore setelah aktivitas perdagangan berakhir. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, bagian tengah pasar yang menjadi lokasi los pedagang hangus terbakar. Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, meski pengelola pasar menduga api berasal dari korsleting listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news