Kick-Off Integrasi Layanan Primer, Pemprov Sulsel Dorong Transformasi Kesehatan hingga Tingkat Desa

6 hours ago 7
Kick-Off Integrasi Layanan Primer, Pemprov Sulsel Dorong Transformasi Kesehatan hingga Tingkat DesaKick-Off Dukungan Implementasi ILP dan Diseminasi Hasil Assessment Cepat di Kantor Bupati Maros (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melalui Dinas Kesehatan mendorong transformasi layanan kesehatan primer hingga ke tingkat desa dan keluarga sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Penguatan layanan ini dilakukan melalui implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) yang kini diarahkan menuju pengembangan ILP+ atau Integrasi Layanan Primer Plus.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat layanan kesehatan dasar yang menitikberatkan pada pendekatan promotif dan preventif.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menekan angka penyakit serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin, mengatakan integrasi layanan primer menjadi fondasi utama dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke masyarakat paling bawah.

“Integrasi layanan primer menjadi kunci dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis siklus hidup serta mendekatkan layanan hingga ke tingkat desa dan keluarga,” ujarnya pada kegiatan Kick-Off Dukungan Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Diseminasi Hasil Assessment Cepat yang berlangsung di Kantor Bupati Maros, Rabu (22/04).

Penguatan layanan kesehatan primer tidak hanya difokuskan pada fasilitas kesehatan, tetapi juga pada integrasi lintas program dan sektor.

Pemerintah menargetkan layanan kesehatan dapat lebih proaktif menjangkau masyarakat melalui pendekatan berbasis keluarga dan siklus hidup, mulai dari ibu hamil hingga kelompok lanjut usia.

Kabupaten Maros menjadi salah satu wilayah yang lebih dahulu menerapkan sistem integrasi layanan primer.

Sejak 2022, wilayah ini ditetapkan sebagai daerah percontohan nasional melalui Puskesmas Maros Baru yang dinilai mampu meningkatkan capaian standar pelayanan minimal di sektor kesehatan.

Penerapan sistem tersebut juga melibatkan berbagai unsur di tingkat lokal, termasuk pemerintah desa, PKK, dan kader kesehatan. Keterlibatan lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Selain itu, Evi menilai keberhasilan penguatan layanan kesehatan sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan dukungan sarana prasarana. Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi prioritas untuk memastikan pelayanan berjalan secara optimal di lapangan.

“Penguatan ILP+ membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk dukungan dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana, serta optimalisasi peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan di masyarakat,” jelasnya.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari strategi penguatan layanan kesehatan primer. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai mengembangkan dashboard kesehatan berbasis data sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Melalui penguatan integrasi layanan primer dan pengembangan ILP+, pemerintah berharap kualitas layanan kesehatan di Sulawesi Selatan dapat meningkat secara merata. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah.

“Diharapkan implementasi ILP+ dapat semakin dipercepat di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news