Harianjogja.com, SLEMAN—Tingginya minat masyarakat terhadap perjalanan ibadah tercermin dalam capaian Jogja Umroh Travel Fair (JUTF) 2026. Selama lima hari penyelenggaraan, pameran umroh dan haji terbesar di Yogyakarta itu berhasil membukukan transaksi senilai Rp2,1 miliar dari penjualan ratusan paket perjalanan ke Tanah Suci.
Nilai transaksi tersebut tercatat sepanjang pelaksanaan JUTF 2026 pada 3–7 Juni 2026. Seluruh transaksi dilakukan melalui fasilitas pembayaran yang didukung perbankan syariah, termasuk layanan Hasanah Card dan Debit BSI.
Humas Konsorsium Umroh Haji DIY, Bayu Purnomo Wicaksono, mengatakan total volume transaksi yang dihimpun hingga hari terakhir pameran mencapai Rp2,1 miliar. Selain transaksi finansial, penyelenggara juga mencatat penjualan lebih dari 800 paket umroh dan 144 paket haji terpilih.
"Tingginya angka penjualan paket umroh dan haji selama pameran menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk merencanakan perjalanan ibadah melalui biro perjalanan resmi dan berizin," kata Bayu saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).
Selama penyelenggaraan Jogja Umroh Travel Fair 2026, ribuan pengunjung memadati area pameran untuk mencari berbagai pilihan program perjalanan ibadah. Paket yang ditawarkan tidak hanya mencakup umroh reguler, tetapi juga umroh plus dengan destinasi tambahan seperti Turki, Dubai, Singapura, hingga Aqsa.
Sebanyak 26 agen perjalanan umroh dan haji turut berpartisipasi dalam pameran tersebut. Seluruh agen berada di bawah pembinaan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI sehingga memberikan pilihan layanan yang legal dan terverifikasi bagi calon jamaah.
Dalam penyelenggaraannya, JUTF 2026 mendapat dukungan dari Kemenhaj serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebagai official bank partner. Kolaborasi tersebut turut berkontribusi terhadap tingginya penjualan paket umroh dan haji selama pameran berlangsung.
Menurut Bayu, capaian transaksi miliaran rupiah tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem perjalanan ibadah yang legal, aman, dan terintegrasi.
Ia menegaskan angka transaksi yang tercapai bukan sekadar indikator bisnis, melainkan juga mencerminkan kepercayaan calon jamaah yang tengah mempersiapkan keberangkatan ke Tanah Suci melalui penyelenggara resmi.
Penyelenggara memastikan sinergi antara konsorsium perjalanan ibadah, regulator, dan sektor perbankan akan terus diperkuat guna meningkatkan kualitas layanan haji dan umroh di DIY. Setelah sukses digelar pada pertengahan tahun ini, Jogja Umroh Travel Fair dijadwalkan kembali hadir pada November 2026 dengan target partisipasi yang lebih luas.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY, Sylvia Rosetti, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat memilih penyedia layanan perjalanan ibadah. Ia meminta calon jamaah tidak mudah tergoda oleh promosi paket umroh maupun haji berharga murah tanpa terlebih dahulu memeriksa legalitas dan status perizinan biro perjalanan yang menawarkan layanan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
2

















































