
Proyek pembangunan jalan Sleman-Gunungkidul di Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Minggu (2/2/2025). Abdul Hamid Razak/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Kabupaten Sleman dan Gunungkidul masih berjalan sesuai rencana. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tetap menargetkan proyek strategis tersebut rampung pada 2027, meski penyelesaiannya masih bergantung pada ketersediaan anggaran untuk sejumlah ruas yang belum terbangun.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Wira Sasongko Putro, mengatakan progres pembangunan hingga Juni 2026 masih berada dalam jalur perencanaan.
Saat ini, pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung berada di ruas Prambanan-Gayamharjo sepanjang 1,525 kilometer.
“Masih sama. Saat ini yang sudah on going yang 1,525 km. Untuk 3 km, masih sama-sama diusahakan via IJD maupun Danais,” kata Wira, Senin (8/6/2026).
Menurut dia, sekitar 3 kilometer ruas yang tersisa masih menunggu kepastian sumber pendanaan. Pemda DIY terus mengupayakan pembiayaan melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) dari pemerintah pusat maupun Dana Keistimewaan (Danais) DIY.
“Target juga masih sama, di tahun 2027-2028. Kita masih berharap di 2027 (selesai sepenuhnya). Namun tentunya perlu mempertimbangkan ketersediaan fiskal,” ujarnya.
Secara keseluruhan, panjang jalan baru yang menghubungkan Prambanan-Gayamharjo-Tawang-Ngalang-Gading mencapai 27,58 kilometer. Sebagian besar ruas telah selesai dibangun dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Adapun segmen yang belum sepenuhnya rampung berada di ruas Prambanan-Gayamharjo dengan total panjang 9,08 kilometer. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,555 kilometer telah terbangun.
Rinciannya, sepanjang 3,205 kilometer dikerjakan melalui pendanaan Inpres Jalan Daerah, sedangkan 1,35 kilometer dibangun menggunakan Dana Keistimewaan DIY.
Sementara itu, sisa 4,525 kilometer terbagi menjadi dua bagian, yakni 1,525 kilometer yang saat ini masih dalam tahap konstruksi dan sekitar 3 kilometer yang belum dapat dikerjakan karena menunggu kepastian anggaran.
Pemda DIY menargetkan jalan tembus ini menjadi salah satu akses utama yang mendukung konektivitas dari Exit Tol Bokoharjo menuju wilayah Gunungkidul. Kehadiran jalan baru tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat, memangkas waktu tempuh, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi antarwilayah.
Meski masih menghadapi tantangan pada aspek pendanaan, Wira memastikan hingga saat ini proyek berjalan lancar dan belum menemui kendala berarti di lapangan.
“Puji syukur, sampai sekarang masih on track dan belum ada kendala yang signifikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
2

















































