Jumali Kamis, 13 Agustus 2026 09:37 WIB

Suporter sepak bola. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung di Jakarta dan Bandung pada 24 September hingga 4 Oktober mendatang kehilangan satu peserta menjelang kick-off. Federasi Sepak Bola India atau AIFF memutuskan mundur dari turnamen tersebut karena benturan jadwal dengan laga persahabatan melawan Brasil.
Keputusan itu diumumkan langsung oleh Presiden AIFF, Kalyan Chaubey, Kamis (13/8/2026). India memilih memprioritaskan pertandingan bersejarah menghadapi Timnas Brasil yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Salt Lake, Kolkata, pada 3 Oktober 2026.
“Kami tidak dapat berpartisipasi di FIFA ASEAN Cup karena komitmen kami dengan federasi sepak bola Brasil,” ujar Chaubey seperti dikutip dari Times of India.
India sebelumnya tergabung di Grup A Premier Division bersama Timnas Indonesia, Timnas Malaysia, dan Timnas Singapura.
Menurut AIFF, terdapat kendala teknis terkait aturan FIFA International Window. Dalam satu periode jendela internasional, sebuah tim memiliki keterbatasan jumlah pertandingan yang dapat dimainkan.
Jika mengikuti ASEAN Cup, India harus menjalani tiga pertandingan fase grup. Ditambah laga melawan Brasil, jumlah pertandingan yang dimainkan menjadi empat. Di sisi lain, AIFF juga berencana menggelar dua laga uji coba tambahan melawan negara dengan peringkat lebih tinggi.
Chaubey mengungkapkan FIFA telah menerima penjelasan dari AIFF terkait alasan pengunduran diri tersebut.
Duel Lawan Brasil Dinilai Kesempatan Langka
Bagi India, pertandingan melawan Brasil dianggap memiliki nilai strategis yang lebih besar. Laga tersebut diproyeksikan menjadi pertemuan pertama kedua negara sepanjang sejarah.
AIFF menilai kesempatan menghadapi salah satu raksasa sepak bola dunia itu dapat membantu meningkatkan popularitas sepak bola di India yang berpenduduk lebih dari 1,4 miliar jiwa.
“Melawan Brasil mungkin merupakan kesempatan sekali seumur hidup bagi para pemain India. Ini adalah sesuatu yang dapat membantu mempromosikan sepak bola di seluruh negeri kami,” kata Chaubey.
Ia juga menilai India sudah cukup sering menghadapi Singapura dan Malaysia dalam beberapa tahun terakhir sehingga kesempatan bertemu kedua negara itu masih bisa diperoleh pada agenda lain.
Terancam Denda Ratusan Juta Rupiah
Keputusan mundur menjelang turnamen berpotensi menimbulkan konsekuensi finansial. Berdasarkan regulasi FIFA ASEAN Cup, peserta yang membatalkan keikutsertaan kurang dari 30 hari sebelum pertandingan pertama dapat dikenai denda minimal 15.000 franc Swiss atau sekitar Rp439 juta.
Meski demikian, AIFF berharap FIFA mempertimbangkan alasan yang mereka ajukan sehingga sanksi tersebut dapat dihindari.
Sebagai pengganti keikutsertaan di ASEAN Cup, India berencana memanfaatkan jendela FIFA dengan menggelar dua pertandingan persahabatan tambahan melawan lawan yang kualitasnya lebih tinggi.
Timnas Indonesia Menunggu Keputusan FIFA
Mundurnya India membuat Grup A kini hanya dihuni Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Hingga Kamis (13/8/2026), FIFA belum mengumumkan apakah akan menunjuk negara pengganti untuk mengisi slot kosong tersebut.
Situasi ini menjadi perhatian karena format kompetisi dan jadwal pertandingan berpotensi mengalami penyesuaian apabila tidak ada peserta pengganti.
Bagi Timnas Indonesia yang kini ditangani John Herdman, turnamen ini tetap menjadi ajang penting untuk mengukur kekuatan tim dengan skuad terbaik karena masuk kalender resmi FIFA sehingga tidak terkendala pelepasan pemain dari klub.
Dapat Kritik dari Legenda India
Keputusan AIFF ternyata tidak sepenuhnya mendapat dukungan di dalam negeri. Mantan kapten Timnas India, Bhaichung Bhutia, menilai keikutsertaan di ASEAN Cup akan memberikan manfaat lebih besar dibanding hanya memainkan satu laga persahabatan melawan Brasil.
Menurut Bhutia, pertandingan kompetitif dalam turnamen resmi dapat memberikan pengalaman yang lebih berharga bagi perkembangan jangka panjang tim nasional India.
“Brasil tetaplah Brasil dan tentu bagus melawan mereka. Namun waktunya tidak tepat. Anda hanya memainkan satu pertandingan. Apa manfaatnya bagi perkembangan jangka panjang tim nasional?” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
2
















































