
Pesepak bola Inter Miami Lionel Messi (kiri) menggiring bola dibayangi pesepak bola Cincinnati FC Brandon Vazquez pada semifinal US Open Cup di Stadion TQL, Cincinnati, AS (23/8/2023). - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Lionel Messi untuk pertama kalinya mengungkap kesedihan mendalam setelah kepergian ayahnya, Jorge Messi, yang meninggal dunia pada Sabtu (8/8/2026) di Rosario, Argentina, dalam usia 68 tahun. Dalam surat terbuka yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, kapten Timnas Argentina itu tidak hanya menyampaikan rasa kehilangan, tetapi juga mengungkap keraguan mengenai masa depan karier sepak bolanya setelah sosok yang selama ini menjadi pendamping terdekatnya tiada.
Bagi Messi, kepergian Jorge Messi bukan sekadar kehilangan seorang ayah. Sosok tersebut selama puluhan tahun menjadi agen, penasihat, sekaligus orang yang selalu berada di belakang perjalanan kariernya sejak masa kecil hingga mencapai puncak sepak bola dunia.
Jorge Messi Selalu Mendampingi Perjalanan Karier Sang Putra
Dunia sepak bola internasional tengah berduka setelah Jorge Messi meninggal dunia di Rosario. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai figur yang memiliki peran besar dalam perjalanan Lionel Messi, baik sebagai ayah maupun agen yang mengelola berbagai aspek karier putranya.
Jorge mendampingi Messi sejak masih tumbuh di Rosario sebagai bocah berbakat hingga berkembang menjadi salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah. Kehadirannya hampir tidak pernah absen dalam berbagai turnamen besar yang dijalani sang putra.
Karena itu, Piala Dunia 2026 menjadi momen yang berbeda bagi Messi. Untuk pertama kalinya, Jorge tidak dapat berada di tribun maupun mendampingi langsung perjalanan Argentina di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.
Pesan Emosional Messi untuk Sang Ayah
Empat hari setelah kepergian Jorge Messi, Lionel Messi akhirnya menyampaikan perasaannya melalui sebuah surat terbuka yang diunggah pada Rabu (12/8/2026).
Dalam unggahan tersebut, pemain yang telah mempersembahkan berbagai gelar untuk Argentina itu mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa sang ayah telah tiada.
"Ayah, aku masih tidak percaya kau telah pergi. Aku belum bisa menerimanya, atau lebih tepatnya, aku tidak mau menerimanya. Sangat sulit bagiku membayangkan bahwa aku tidak akan pernah melihatmu lagi, bahwa kita tidak akan pernah berbicara lagi. Aku tahu kau menderita dan ini yang terbaik, tapi kau pergi terlalu cepat. Masih banyak hal yang bisa kita nikmati bersama," tulis Messi.
Surat tersebut menjadi ungkapan duka pertama yang disampaikan Messi kepada publik sejak keluarganya kehilangan Jorge Messi.
Messi Mengaku Tidak Tahu Apa yang Akan Dilakukan Tanpanya
Di tengah kesedihan yang masih dirasakan, Messi juga mengungkapkan kegelisahan yang selama ini belum pernah ia sampaikan secara terbuka.
Peraih delapan Ballon d'Or itu mengaku belum mengetahui bagaimana melanjutkan hidup tanpa sosok yang selalu berada di sisinya sejak awal perjalanan karier profesional.
"Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu. Aku tidak tahu bagaimana harus melanjutkan hidup. Yang pernah kulakukan hanyalah bermain sepak bola, dan sekarang aku benar-benar tidak yakin apakah aku akan terus melakukannya untuk waktu yang lama," ungkap Messi.
Pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya mengenai masa depan karier pemain Argentina itu. Sebelum peristiwa ini, banyak pihak memperkirakan Messi masih akan terus bermain hingga setidaknya Piala Dunia 2030, ketika Argentina menjadi salah satu tuan rumah.
Piala Dunia 2026 Jadi Misi untuk Ayah
Dalam suratnya, Messi juga mengungkap alasan pribadi di balik keputusannya tampil pada Piala Dunia 2026. Ia menyebut sang ayah terus mendorongnya untuk bermain di turnamen tersebut meskipun kondisi kesehatannya terus menurun.
Beberapa hari sebelum turnamen dimulai, kondisi Jorge Messi disebut memburuk sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan ke Amerika Utara.
"Kamu terus memintaku untuk bermain di Piala Dunia terakhir, dan hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai, itulah saat kondisimu memburuk. Itu adalah pertama kalinya kamu tidak akan hadir di sebuah turnamen, tapi Ibu terus meyakinkanku bahwa kondisimu akan membaik dan kamu akan cukup sehat untuk bepergian. Aku pun bilang padamu bahwa kami akan lolos ke final agar kamu bisa ikut serta," kenang Messi.
Sejak awal turnamen, Messi mengaku selalu menunggu pesan dari sang ayah setiap kali pertandingan selesai. Namun, pesan yang biasa diterimanya tidak lagi datang karena kondisi Jorge semakin memburuk.
Argentina Mencapai Final, tetapi Jorge Tak Sempat Menyaksikan
Perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 akhirnya mencapai partai final. Messi berharap pencapaian tersebut dapat menjadi hadiah sekaligus kesempatan bagi sang ayah untuk melihat perjuangannya di laga puncak.
Namun harapan itu tidak terwujud. Jorge Messi tidak dapat hadir menyaksikan final, sementara Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dalam pertandingan perebutan gelar juara.
Messi mengungkapkan bahwa kondisi fisiknya sepanjang turnamen tidak berada dalam kondisi terbaik. Ia bahkan merasa telah memaksa tubuhnya bekerja melampaui batas kemampuan yang dimiliki.
"Kakiku benar-benar tidak bisa memberikan lebih banyak lagi. Kali ini aku mencoba mendorong diriku melampaui apa yang mampu ditanggung tubuhku, tetapi aku tidak bisa," ujar Messi.
Momen emosional itu juga sempat terlihat ketika Messi menangis usai mencetak gol pembuka saat Argentina menang 3-0 atas Aljazair. Belakangan, ia menjelaskan bahwa tangisan tersebut bukan berkaitan dengan pertandingan, melainkan beban emosional yang dibawanya sepanjang turnamen.
Pertanyaan yang Menutup Surat untuk Jorge Messi
Pada bagian akhir suratnya, Messi menyampaikan pertanyaan yang mencerminkan rasa kehilangan mendalam setelah sosok yang selalu berada di sisinya pergi sebelum perjalanan panjang mereka berakhir.
"Kamu selalu ada di sisiku sejak awal, kita begitu dekat dengan akhir. Mengapa kamu tidak bertahan sedikit lebih lama lagi agar kita bisa menyelesaikan ini bersama-sama?" tulis Messi.
Jorge Messi selama ini dikenal sebagai figur penting di balik perjalanan karier Lionel Messi. Dari proses kepindahan ke Barcelona saat masih muda hingga berbagai pencapaian besar yang diraih sang putra, Jorge menjadi salah satu sosok yang paling berpengaruh dalam perjalanan salah satu pesepak bola terbaik dalam sejarah olahraga dunia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

3 hours ago
1
















































