Heboh Pisang Bertandan Ganda di Gunungkidul, Bisa Jadi Varietas Unggul

10 hours ago 4

Heboh Pisang Bertandan Ganda di Gunungkidul, Bisa Jadi Varietas Unggul

Bupati Gunungkidul, Endah SUbekti Kuntariningsih saat meninjau pohon pisang berbuah ganda di Kalurahan Tancep, Ngawen, Senin (18/5/2026). Ist/pemkabgunungkidul

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Fenomena unik muncul dari sektor pertanian di wilayah Kapanewon Ngawen, Gunungkidul. Warga Padukuhan Wonongso, Kalurahan Tancep, menemukan tanaman pisang ambon yang mampu berbuah lebih dari satu tandan dalam satu pohon. Keunikan ini kini dilirik pemerintah daerah untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan.

Pemilik tanaman, Pringadi, mengungkapkan bahwa fenomena tersebut pertama kali diketahui pada 2024. Saat itu, satu pohon pisang bahkan mampu menghasilkan hingga empat tandan sekaligus. Seiring waktu, karakter unik tersebut tetap bertahan, meski jumlah tandan kini rata-rata dua per pohon.

“Awalnya kami kira hanya kebetulan, tetapi setelah beberapa kali panen ternyata karakter ini tetap muncul. Bahkan sampai masa tanam ketujuh, masih ada yang berbuah lebih dari satu tandan,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, bibit awal tanaman tersebut berasal dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Bantuan bibit itu awalnya ditujukan untuk mendukung wilayah Tancep sebagai sentra produksi pisang. Namun, hasil yang muncul justru di luar dugaan.

Berdasarkan pengamatan lapangan, fenomena ini diduga terjadi akibat mutasi genetik alami. Kondisi tersebut membuat tanaman memiliki produktivitas berbeda dibandingkan pisang pada umumnya yang hanya menghasilkan satu tandan per pohon.

Selain produktivitasnya yang tinggi, pisang ambon bertandan ganda ini juga dinilai lebih tahan terhadap serangan hama. Pringadi menyebut, saat tanaman lain terserang penyakit, pohon pisang miliknya tetap tumbuh subur dan mampu berbuah optimal.

“Jenisnya ambon, dan saat ini harga jualnya sekitar Rp130 ribu per tandan,” tambahnya.

Keunikan ini pun menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Rismiyadi, menyatakan pihaknya telah meninjau langsung lokasi bersama Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.

Menurutnya, pemerintah melihat potensi besar dari tanaman tersebut untuk dikembangkan sebagai varietas unggulan daerah. Apalagi, produktivitas yang lebih tinggi berpeluang meningkatkan pendapatan petani.

“Ibu Bupati sangat tertarik dan meminta agar pisang bertandan ganda ini bisa dikembangkan lebih luas,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, dinas terkait akan melakukan kajian lebih mendalam serta pendampingan melalui penyuluh pertanian. Selain itu, proses pembibitan juga mulai disiapkan dengan memanfaatkan anakan pohon yang memiliki karakter serupa.

Pengembangan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat identitas Gunungkidul sebagai daerah dengan inovasi pertanian berbasis potensi lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news