Generasi Muda Diajak Kembangkan Musik Tradisi Lewat Workshop Komposisi

19 hours ago 5

KLIKPOSITIF — Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat menggelar Workshop Komposisi Musik bertema “Ethno-Cinematic & Performance Scoring: Menghidupkan Narasi Melalui Akar Tradisi” pada 19-21 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi upaya mendorong lahirnya generasi komposer muda yang mampu mengembangkan musik tradisi Minangkabau dalam industri kreatif modern.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaiful Bahri, mengatakan workshop tersebut bukan sekadar pelatihan teknis musik, tetapi ruang pertemuan antara tradisi dan perkembangan teknologi audio visual.

“Di sinilah akar budaya dipertemukan dengan teknologi, bunyi-bunyi tradisi dipadukan dengan perkembangan audio visual modern, sehingga lahirlah karya-karya baru yang tidak kehilangan jati diri,” ujarnya saat membuka kegiatan di Padang, Selasa (19/5).

Baca Juga

Workshop Tari Taman Budaya Sumbar

Workshop tari di Taman Budaya Sumbar.

Ia menegaskan, musik tradisi Minangkabau lahir dari denyut kehidupan masyarakat, mulai dari talempong, saluang, gandang tasa hingga rabab yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Minang.

Menurutnya, kebudayaan tidak boleh hanya menjadi warisan yang disimpan dalam ingatan, tetapi harus terus dihidupkan dan diwariskan kepada generasi muda melalui ruang-ruang kreatif seperti workshop musik tersebut.

Syaiful Bahri menyebut perkembangan industri kreatif saat ini membuka peluang besar bagi para komposer lokal. Film, tari, teater hingga konten digital membutuhkan musik yang mampu membangun suasana dan emosi penonton.

“Musik kini bukan lagi sekadar pelengkap visual, tetapi telah menjadi nyawa yang menggerakkan emosi penonton. Sebuah adegan bisa menjadi kuat karena musik,” katanya.

Ia mengatakan workshop itu dirancang dengan pendekatan practice-based learning, project-oriented composition, dan hybrid scoring system. Para peserta akan mempelajari eksplorasi bunyi tradisional, perekaman instrumen, penyusunan motif musikal hingga produksi digital dan penyajian karya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan karya yang memiliki karakter budaya Minangkabau.

“Tradisi jangan hanya dijadikan objek nostalgia, tetapi harus dijadikan sumber inovasi,” ujarnya.

Ia juga berharap workshop itu dapat membuka ruang kolaborasi antara musisi, komposer, filmmaker, koreografer, dan pelaku seni pertunjukan di Sumatera Barat sehingga lahir karya audio visual berkarakter lokal dengan kualitas global.

Workshop Komposisi Musik tersebut digelar oleh UPTD Taman Budaya Sumatera Barat bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat dan diikuti generasi muda serta pelaku seni musik di Sumbar.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news