Enam Hidangan Penutup Khas Dunia Arab yang Populer Saat Ramadan

14 hours ago 8

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF — Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat saat berbuka puasa. Dalam tradisi banyak negara Arab, hidangan berbuka atau iftar sering diakhiri dengan sajian penutup yang manis untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Dilansir dari laman Arabnews, berbagai negara di kawasan Arab memiliki dessert khas yang populer disajikan selama Ramadan. Berikut enam hidangan penutup yang banyak dinikmati selama bulan suci tersebut.

1. Luqaimat

Luqaimat merupakan hidangan penutup favorit di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Dessert ini terdiri dari bola-bola adonan yang digoreng hingga renyah di luar namun lembut di dalam. Biasanya luqaimat disajikan dengan siraman madu atau sirup kurma, serta taburan wijen atau biji hitam sebagai pelengkap.

2. Sellou

Sellou adalah dessert khas Maroko yang memiliki cita rasa gurih dan manis. Hidangan ini dibuat dari tepung yang dipanggang, almond, biji wijen, madu, dan mentega. Sellou sering disajikan setelah iftar karena dianggap mampu memberikan energi tambahan bagi tubuh.

3. Khanfaroosh

Khanfaroosh merupakan hidangan penutup populer di kawasan Teluk. Dessert ini digoreng dan memiliki tekstur yang menyerupai perpaduan antara kue lembut dan donat. Cita rasanya khas karena biasanya diberi aroma saffron dan kapulaga.

4. Chebab

Chebab adalah versi pancake khas Uni Emirat Arab. Hidangan ini dibuat dengan campuran kurma, kapulaga, dan saffron yang memberikan rasa manis sekaligus aroma rempah yang khas. Chebab sering disajikan dengan sirup kurma atau madu.

Baca Juga

5. Layali Lubnan

Layali Lubnan merupakan puding semolina berbahan susu yang populer di Lebanon dan kawasan Levant. Hidangan ini biasanya diberi aroma air mawar atau air bunga jeruk, kemudian disajikan dengan krim serta taburan kacang pistachio di atasnya.

6. Qatayef

Qatayef merupakan salah satu dessert paling identik dengan Ramadan di dunia Arab. Hidangan ini berbentuk seperti pangsit manis yang biasanya diisi dengan keju putih atau kacang-kacangan. Qatayef dapat digoreng atau dipanggang, kemudian disajikan dengan sirup gula atau madu.

Beragam hidangan penutup tersebut tidak hanya menawarkan cita rasa manis yang khas, tetapi juga mencerminkan kekayaan tradisi kuliner dari berbagai negara di dunia Arab selama Ramadan.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news