Dua Finalis Asal Toraja Tampilkan Kearifan Budaya di Ajang Putra Putri Budaya Sulsel

9 hours ago 5
Dua Finalis Asal Toraja Tampilkan Kearifan Budaya di Ajang Putra Putri Budaya SulselDokumentasi Rival Palayukan (Kiri) dan Eklesia Dwi Adrylin (Kanan)

KabarMakassar.com — Dua finalis Putra Putri Budaya Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026 asal Toraja menampilkan komitmen kuat dalam pelestarian budaya daerah melalui ajang yang digelar di Kota Palopo, 22–25 April 2026.

Kedua finalis tersebut adalah Ripal Palayukan dari Toraja Utara dan Eklesia Dwi Adrylin dari Tana Toraja. Keduanya menjadi representasi generasi muda Toraja yang berupaya menjaga nilai-nilai budaya leluhur di tengah perkembangan zaman.

Dalam penampilannya, Ripal Palayukan, siswa SMAN 2 Toraja Utara, mengangkat nilai budaya Tongkonan sebagai identitas masyarakat Toraja. Ia menegaskan bahwa Tongkonan bukan sekadar rumah adat, melainkan simbol persatuan, identitas, dan warisan leluhur yang sarat makna.

“Dari Tongkonan yang berdiri kokoh saya belajar tentang arti kebersamaan, penghormatan, dan tanggung jawab. Namun saat ini banyak Tongkonan mulai ditinggalkan, bukan hanya bangunannya, tetapi juga nilai-nilai di dalamnya,” ujarnya.

Ripal yang pernah meraih gelar Best Advokasi Duta Pelajaran Toraja 2025 itu menilai generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga budaya. Menurutnya, pelestarian budaya harus dimulai dari proses mengenal, merawat, hingga memperkenalkan ke dunia luar.

“Jika kita diam, yang hilang bukan hanya bangunannya, tetapi identitas diri kita sendiri. Tongkonan bukan hanya masa lalu, tetapi masa depan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Eklesia Dwi Adrylin menampilkan budaya Toraja melalui tarian tradisional Pa’gellu Tua yang kini mulai jarang ditampilkan dalam upacara adat Rambu Tuka’.

Bagi Eklesia, yang merupakan siswi SMAN Tana Toraja, Pa’gellu Tua bukan sekadar tarian, tetapi simbol kegembiraan, rasa syukur, dan penghormatan masyarakat Toraja terhadap kehidupan.

“Tarian ini mencerminkan kebersamaan, tradisi, dan identitas budaya yang diwariskan turun-temurun,” ungkapnya.

Namun, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi budaya tersebut di era modern, mulai dari minimnya minat generasi muda hingga pengaruh budaya luar yang semakin kuat.

“Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda harus mengambil peran penting dalam melestarikan budaya ini. Jangan sampai budaya kita hilang karena kurangnya kepedulian,” tegasnya.

Ajang Putra Putri Budaya Sulsel 2026 sendiri merupakan wadah pencarian generasi muda berintegritas yang berfokus pada pelestarian budaya Sulawesi Selatan. Kegiatan ini juga bertujuan melahirkan representasi pemuda yang memahami akar budaya dan berkomitmen menjaga warisan daerah.

Melalui ajang ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga mampu menghidupkan kembali nilai-nilai lokal agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news