CKG Tambah Skrining Katarak untuk Cegah Kebutaan

6 hours ago 6

CKG Tambah Skrining Katarak untuk Cegah Kebutaan Kemenkes meningkatkan jangkauan layanan skrining katarak melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026 guna mencegah kebutaan. / ist

JAKARTA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan jangkauan layanan skrining katarak melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026 guna mencegah kebutaan. Kebijakan ini dibarengi dengan perluasan akses operasi katarak.

 

Cara mendapat layanan skrining katarak

1
Kunjungi puskesmas untuk melakukan CKG dengan membawa KTP/Kartu BPJS Kesehatan.

2
Mendaftar ke puskesmas/rumah sakit yang sedang menggelar skrining katarak gratis.

Mengapa perlu skrining katarak?

Katarak atau kekeruhan pada lensa mata berkembang perlahan seiring pertambahan usia.

Semakin dini katarak terdeteksi, semakin cepat dapat dilakukan operasi untuk mencegah kebutaan.

Meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi kesehatan matanya.

Kasus kebutaan akibat katarak di Indonesia
Data Kemenkes, sepanjang 2025
600.000-650.000 kasus

Faktor penyebab katarak

  • proses penuaan
  • penyakit tertentu, seperti diabetes dan hipertensi
  • konsumsi obat-obatan tertentu/ alkohol
  • kebiasaan merokok
  • penyakit mata lain
  • paparan sinar matahari berlebih

Upaya Kemenkes

Mengintegrasikan skrining mata ke dalam program CKG 2026.

Bekerja sama menyediakan operasi katarak, antara lain untuk 500 pasien di Kalteng, NTB, dan NTT pada Januari-Mei 2026.

Memastikan operasi katarak masuk dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Jika katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya penglihatan, melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka.”

Apa Itu CKG?

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dirancang berbasis deteksi dini melalui pemeriksaan sesuai kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, anak sekolah, dewasa, hingga lanjut usia.

Jenis pemeriksaannya mencakup skrining tekanan darah, gula darah, kesehatan jantung, fungsi ginjal, kesehatan jiwa, pemeriksaan mata dan pendengaran, hingga deteksi dini penyakit katastropik seperti diabetes, hipertensi, dan kanker.

Pendekatan ini dilakukan untuk menggeser layanan kesehatan dari kuratif menjadi promotif dan preventif, sehingga penyakit dapat ditemukan sebelum berkembang menjadi lebih berat.

Selain pemeriksaan, CKG juga menekankan tindak lanjut hasil skrining melalui rujukan dan penanganan medis bila ditemukan faktor risiko atau penyakit.

Dalam pengembangannya, program ini diperluas dengan integrasi berbagai layanan, termasuk skrining kesehatan mata dan katarak, agar manfaatnya tidak berhenti pada pemeriksaan awal, tetapi berlanjut pada pengobatan dan pencegahan komplikasi.

Pemerintah menempatkan CKG sebagai salah satu upaya memperkuat kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan beban pembiayaan kesehatan jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news