Cegah Penyebaran PMK, Pemko Padang Gencarkan Vaksinasi Gratis Hewan Ternak

5 hours ago 3

PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melalui program vaksinasi gratis bagi hewan ternak. Langkah ini menjadi strategi utama Dinas Pertanian Kota Padang dalam memutus rantai penularan penyakit yang menyerang hewan berkuku belah sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternakan masyarakat.

Program vaksinasi tersebut terus digencarkan di berbagai wilayah Kota Padang pada Selasa (7/7/2026). Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), Dinas Pertanian Kota Padang memastikan pelayanan vaksinasi diberikan tanpa dipungut biaya kepada peternak selama kuota vaksin masih tersedia.

Kepala UPT Puskeswan Dinas Pertanian Kota Padang, drh. Yasir Irawan, menjelaskan bahwa PMK merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengan tingkat penularan yang sangat tinggi pada hewan ternak berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba. Meski tingkat kematiannya relatif rendah, penyakit ini dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar akibat menurunnya produktivitas ternak hingga memaksa peternak melakukan pemotongan paksa.

“Gejala klinis pada mulut ditandai dengan munculnya lepuh mirip sariawan dan produksi air liur berlebihan atau hipersalivasi. Sementara pada kuku, terjadi luka di celah kuku yang berpotensi mengelupas dan memicu belatung jika terlambat ditangani. Kondisi ini bisa fatal dan memaksa peternak melakukan potong paksa jika tidak cermat,” ujar Yasir.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemetaan Dinas Pertanian Kota Padang, salah satu faktor utama penyebaran PMK berasal dari tingginya mobilitas ternak antarwilayah. Sebagian besar kebutuhan ternak di Kota Padang dipasok dari luar daerah, terutama dari wilayah Sumatera Utara seperti Kisaran dan Asahan.

Masuknya ternak dari berbagai daerah tersebut menyebabkan potensi penyebaran virus menjadi lebih tinggi apabila tidak diimbangi dengan pengawasan kesehatan yang ketat. Bahkan, pola peningkatan kasus PMK selama ini menunjukkan tren yang sejalan dengan tingginya lalu lintas pengiriman ternak ke Kota Padang.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) telah menyalurkan bantuan vaksin PMK kepada Pemerintah Kota Padang. Sebanyak 700 dosis vaksin kini dikelola langsung oleh UPT Puskeswan dan siap diberikan secara gratis kepada peternak.

Yasir menjelaskan bahwa tidak semua ternak dapat langsung menerima vaksin. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar efektivitas vaksin tetap optimal.

“Hewan yang divaksin harus dalam kondisi sehat, sudah berada minimal satu minggu di lokasi pemeliharaan apabila baru didatangkan, berusia minimal tiga bulan, dan tidak sedang bunting. Untuk ternak bunting, vaksinasi akan ditunda hingga kondisinya memungkinkan,” jelasnya.

Menurut Yasir, vaksinasi merupakan bagian dari upaya pencegahan yang harus dibarengi dengan penerapan biosecurity atau sistem keamanan hayati di lingkungan peternakan. Kebersihan kandang, pembatasan keluar masuk ternak, hingga pemantauan kesehatan secara berkala menjadi faktor penting untuk menekan risiko penularan.

Ia juga mengapresiasi meningkatnya kesadaran para peternak dibandingkan saat awal wabah PMK melanda Indonesia pada 2022. Saat itu banyak peternak yang panik sehingga menjual ternaknya dengan harga murah atau melakukan pemotongan paksa tanpa mempertimbangkan prosedur kesehatan.

Kini, kata Yasir, kondisi tersebut jauh berbeda. Para peternak dinilai semakin memahami pentingnya pencegahan penyakit dan lebih kooperatif dalam mengikuti program vaksinasi maupun menerapkan langkah-langkah pengamanan kandang.

“Kesadaran masyarakat peternak saat ini meningkat cukup signifikan. Mereka tidak lagi mudah panik ketika ada informasi mengenai PMK, tetapi lebih memilih berkonsultasi dengan petugas dan memperketat biosecurity di kandang masing-masing,” katanya.

Pemko Padang juga memastikan kesiapsiagaan petugas kesehatan hewan terus ditingkatkan. Setiap laporan masyarakat terkait dugaan kasus PMK akan segera ditindaklanjuti agar penyebaran penyakit dapat dicegah sedini mungkin.

“Setiap kali ada laporan indikasi kasus dari masyarakat, tim penanganan medis dari UPT Puskeswan maupun Bidang Kesehatan Hewan akan langsung diterjunkan ke lapangan guna melakukan penanganan terpadu secara cepat,” tegas Yasir.

Melalui program vaksinasi gratis ini, Pemerintah Kota Padang berharap populasi ternak masyarakat tetap terlindungi dari ancaman PMK sehingga produktivitas peternakan dapat terus terjaga. Selain menjaga kesehatan hewan, langkah tersebut juga menjadi upaya melindungi mata pencaharian para peternak sekaligus menjaga stabilitas pasokan daging dan produk peternakan di Kota Padang.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news