Pameran siswa GDA Jogja tampilkan solusi sosial nyata dari ide sederhana berbasis riset dan inovasi. - Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan karya inovatif siswa mewarnai gelaran Global Inquiry (GI) Passion Project Exhibition 2026 yang diselenggarakan di Global Darussalam Academy (GDA). Ajang ini menjadi pembuktian bagi para pelajar dalam merespons berbagai isu global melalui solusi nyata yang berangkat dari permasalahan sehari-hari.
Pameran yang mengusung konsep Student Passion Project Showcase ini tidak sekadar memajang hasil akhir. Para pengunjung diajak melihat kedalaman riset, proses berpikir kritis, hingga cara siswa mengimplementasikan solusi digital maupun produk kreatif yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Ketua Penyelenggara sekaligus TOK Coordinator GDA, Motia Herlambang menjelaskan bahwa pameran ini merupakan muara dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Menurutnya, banyak persoalan di tengah masyarakat yang sebenarnya sederhana namun sering terlewatkan karena minimnya kepekaan.
“Melalui pameran ini, siswa dilatih untuk peka dalam melihat permasalahan, bahkan dari hal-hal kecil yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari sana, mereka belajar merancang solusi yang nyata dan berdampak,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Motia menambahkan, metode pendidikan ini menjadi pilar utama dalam mencetak calon pemimpin masa depan. Siswa didorong untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga menjadi inovator yang memiliki akar kuat pada nilai lokal meski berpikir secara global.
“Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui GI Exhibition, siswa dilatih menjadi problem solver, innovator, sekaligus communicator yang siap menghadapi tantangan global,” imbuhnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari komunitas sekolah maupun masyarakat umum. Ragam proyek yang ditampilkan sangat variatif, mulai dari instalasi seni yang menyuarakan isu lingkungan hingga inovasi berbasis data yang aplikatif untuk kehidupan sosial.
Melalui agenda tahunan ini, berupaya memperkuat ekosistem pendidikan yang membentuk karakter pembelajar sejati. Sekolah ini pun terbuka bagi mitra pendidikan dan tokoh masyarakat untuk melihat langsung bagaimana generasi muda mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan praktik lapangan yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

9 hours ago
4
















































