Harianjogja.com, JAKARTA — Kebiasaan menggunakan ponsel secara berlebihan tak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga dapat memperburuk kesehatan mental. Salah satu perilaku yang disorot adalah doomscrolling, yakni kebiasaan terus-menerus mengonsumsi berita negatif tanpa disadari.
Asisten profesor psikiatri dari Icahn School of Medicine at Mount Sinai, Naomi Dambreville, menyebut kebiasaan ini bisa menciptakan lingkaran emosi negatif.
“Ini memengaruhi perhatian, suasana hati, harga diri, dan bisa memicu iritabilitas, kecemasan, atau kemarahan,” ujarnya.
Lingkaran Negatif Doomscrolling
Menurut Naomi, banyak orang awalnya membuka ponsel untuk mencari informasi, tetapi justru terpapar konten traumatis atau menyedihkan secara real-time.
Akibatnya, suasana hati memburuk dan mendorong seseorang untuk terus scroll, yang pada akhirnya memperparah kondisi emosional.
Tanda Kecanduan Ponsel
Kecanduan ponsel tidak selalu terkait zat, tetapi juga bisa berupa perilaku kompulsif. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Seluruh aktivitas berpusat pada ponsel (belanja, sosial, hiburan)
- Selalu merespons notifikasi dan terus mengecek perangkat
- Mengalami FOMO (takut ketinggalan) saat offline
- Sulit lepas dari ponsel dan merasa gelisah tanpa akses internet
- Muncul gejala fisik seperti sakit kepala, kelelahan, gangguan tidur, dan mata lelah
- Nyeri pada jempol atau pergelangan tangan akibat penggunaan berlebih
- Bahkan, banyak orang mengecek ponsel hingga ratusan kali per hari tanpa disadari.
Manfaat Detoks Digital
Mengurangi waktu layar atau detoks digital terbukti memberikan dampak positif, seperti:
- Meningkatkan fokus dan kemampuan mengambil keputusan
- Melatih kesabaran dan kontrol diri
- Mengasah kreativitas dan kemampuan sosial
Namun, proses ini tidak selalu mudah karena bisa memicu rasa bosan, cemas, hingga keinginan kuat untuk kembali menggunakan ponsel.
Cara Memulai Detoks Digital
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
1. Pantau penggunaan ponsel
Catat berapa lama waktu yang dihabiskan di perangkat atau aplikasi untuk meningkatkan kesadaran.
2. Buat rencana realistis
Tentukan target spesifik, misalnya membatasi penggunaan Instagram hanya 30 menit per hari.
3. Ganti dengan aktivitas lain
Alihkan kebiasaan scroll dengan kegiatan seperti membaca, olahraga ringan, atau interaksi langsung.
Naomi menekankan bahwa setiap orang bisa menentukan bentuk detoks yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

5 hours ago
4
















































