
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Dubes Belanda dan Jerman serta perwakilan delegasi saat pleno 35th ICHC di Pendopo Pemkab Klaten, Rabu (20/5/2026). (Istimewa/Diskominfo Klaten)
Dihadiri Dubes Belanda dan Jerman, Berikut 5 Poin Piagam Klaten Hasil ICHC ke-35
KLATEN -- Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten. Salah satu poin piagam yakni menyatakan sepeda merupakan warisan budaya dunia sekaligus instrumen masa depan.
ICHC merupakan forum yang mempertemukan sejarawan, akademisi, peneliti, kolektor dan pegiat sepeda dari berbagai negara. Konferensi sejarah sepeda internasional itu digelar di Pendopo Pemkab Klaten selama tiga hari, Senin-Rabu (18-20/5/2026).
ICHC menjadi bagian dari penyelenggaraan KLIC Fest 2026 yang digelar delapan hari Minggu (17/5/2026) hingga Minggu (24/5/2026).
Piagam Klaten dibacakan pada pleno konferensi yang digelar Rabu (20/5/2026). Ada lima poin isi piagam adalah :
1. Sepeda adalah warisan budaya dunia sekaligus instrumen masa depan.
2. Kota yang baik adalah kota yang ramah bagi manusia.
3. Bersepeda adalah aksi nyata keberlanjutan.
4. Kebudayaan adalah fondasi mobilitas berkelanjutan.
5. Desa, kota kecil dan kawasan budaya memiliki peran penting dalam masa depan dunia.
.jpg)
Pleno ICHC dihadiri Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah (Jateng), Sumarno, Duta Besar Belanda Marc Gerritsen, Duta Besar Jerman Ralf Beste, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan Yusuf Nugroho serta Guru Besar Fisipol UGM, Amalinda Savirani.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengungkapkan penyelengaraan ICHC ke-35 menjadi kehormatan bagi Kabupaten Klaten. Hal itu dikarenakan Klaten menjadi tempat pertama di Indonesia menyelenggarakan konferensi yang dihadiri delegasi dari berbagai negara di Eropa, Amerika dan Asia.
Hamenang mengatakan penyelenggaraan ICHC menjadi bukti sepeda bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol persabahatan sejarah keberlanjutan dan kemanusiaan lintas bangsa. ICHC tidak hanya berbicara tentang sejarah sepeda tetapi juga tentang peradaban, lingkungan, kesehatan, pariwisata dan masa depan mobilitas dunia yang lebih ramah lingkungan.
Hamenang berharap delegasi dari berbagai negara dan daerah di Indonesia menikmati beragam pengalaman di Klaten. "Kami berharap pengalaman ini akan menjadi kenangan yang indah, yang dapat dibawa ke negara masing-masing. Sekaligus mengenalkan Kabupaten Kalten kepada dunia sebagai daerah yang terbuka, aman, nyaman dan penuh dengan nilai-nilai yang baik," pungkasnya.
Sekda Jateng, Sumarno, menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan ICHC dengan memilih lokasi di Jateng. Dia berharap kegiatan itu bisa membawa arti besar bagi Jateng.
Para delegasi dari berbagai negara dipersilakan mengeksplorasi Jateng dengan banyaknya suasana alam yang bisa dinikmati dengan bersepeda.
Sumarno juga mengapresiasi para peserta konferensi yang konsisten mencintai sepeda. Dia menjelaskan sepeda bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga memiliki nilai olahraga, sejarah, dan budaya.
Mewakili Pemerintah Provinsi Jateng, Sumarno mengajak masyarakat kembali menggunakan alat transportasi sepeda. "Dengan bersepeda, kita berolahraga. Sepeda adalah salah satu olahraga yang banyak disarankan oleh para dokter," kata Sumarno. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

10 hours ago
6

















































