Bagaimana Cara Menikmati Buah Naga nan Kaya Antioksidan Ini?

1 week ago 15

TARUNA - hayati

KLIKPOSITIF – Digemari kedai smoothie hingga para influencer gaya hidup sehat, pitaya atau yang lebih dikenal sebagai buah naga kian naik daun. Nama dan tampilannya yang dramatis, bak dunia Game of Thrones, jelas mencuri perhatian. Tapi di balik kulitnya yang mencolok, apakah buah naga benar-benar layak disebut sebagai makanan super bernutrisi?

Apa itu buah naga?

Buah naga berasal dari tanaman kaktus yang tumbuh di kawasan Amerika Tengah dan Selatan. Bentuknya menyerupai buah pir besar dengan “sisik” khas berujung hijau di permukaannya.

Varietas buah naga merah biasanya berwarna merah muda cerah, sementara buah naga kuning tampil lebih terang dengan sisik yang lebih kecil. Kejutan sesungguhnya muncul saat buah ini dibelah: daging buahnya bisa berwarna putih, merah muda, hingga ungu, dipenuhi biji-biji kecil yang bisa dimakan.

Soal rasa, buah naga sering digambarkan sebagai perpaduan pir dan kiwi, dengan tekstur lembut seperti kiwi saat matang sempurna.

Apakah buah naga menyehatkan?

Seperti kebanyakan buah, buah naga menawarkan nutrisi yang cukup lengkap dengan kalori yang relatif rendah—sekitar 82 kalori per 100 gram. Di dalamnya terdapat:

Magnesium (14 mg), setara dengan setengah cangkir kale matang, Kalium (206 mg), hampir sama dengan setengah buah pisang ukuran sedang, Serat sebanyak 2 gram, mirip dengan satu buah kiwi.

Kombinasi ini menjadikan buah naga pilihan yang baik untuk mendukung kesehatan pencernaan dan fungsi tubuh secara umum.

Kandungan antioksidan dalam buah naga

Buah naga sering dipuji karena kandungan antioksidannya yang membantu melawan peradangan, seperti vitamin C, selenium, serta senyawa flavonoid termasuk antosianin dan karotenoid.

Meski jumlah masing-masing antioksidan ini tidak tergolong sangat tinggi, ragamnya cukup beragam. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan kaya buah dan sayuran berantioksidan berkaitan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit peradangan kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker.

Lantas, apakah semua manfaat ini cukup untuk menyematkan label superfood?
“Tidak ada satu pun makanan yang bisa menyediakan semua nutrisi. Buah naga memang sehat, tapi bukan makanan ajaib,” ujar Teresa Fung, ahli gizi terdaftar dan profesor di Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Menurutnya, manfaat terbesar buah naga justru terletak pada warna dan variasi yang dibawanya ke dalam pola makan sehari-hari. “Kalau itu membuat orang lebih semangat makan buah, silakan saja,” ujarnya.

Fakta menariknya, hanya sekitar 12% orang Amerika yang memenuhi anjuran konsumsi buah harian sebanyak 1,5 hingga 2 cangkir per hari.

Cara memilih dan menikmati buah naga

Buah naga segar biasanya tersedia antara Juni hingga September. Pilih buah yang terasa berat untuk ukurannya, tanpa keriput atau memar. Jika belum matang, diamkan di suhu ruang hingga siap dikonsumsi. Buah yang matang akan terasa padat namun sedikit empuk saat ditekan.

Buah naga beku juga bisa menjadi pilihan praktis. “Buah naga beku dipanen saat kualitas terbaik lalu langsung dibekukan. Selain itu, biasanya sudah dikupas dan dibersihkan,” kata Fung. Saat membeli versi beku—baik potongan maupun puree—pastikan tidak ada gula tambahan.

Cara memotong buah naga

Cara termudah menikmati buah naga adalah dengan membelahnya menjadi dua, lalu mengeruk dagingnya menggunakan sendok. Bisa langsung dimakan atau dipotong dadu.

Alternatif lain, kupas kulit tebalnya menggunakan pisau kecil, lalu iris daging buah menjadi potongan bulat.

Sederhana, segar, dan penuh warna—buah naga bukan hanya cantik di foto, tapi juga memberi sentuhan sehat pada menu harian.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news