Newswire Senin, 21 September 2026 21:07 WIB

Ilustrasi, Petembak Indonesia Fathur Gustafian bersiap membidik sasaran pada nomor 50m air rifle tiga posisi putra SEA Games 2025 Thailand di Photharam Shooting Range, Bangkok, Jumat (19/12/2025)./Antara-Muhammad Ramdan
Harianjogja.com, JAKARTA—Karateka putri Indonesia Leica Al-Humaira Lubis meraih medali perunggu pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Di cabang menembak, Kanurian Al Ghozi juga mencatatkan sejarah dengan menjadi atlet menembak Indonesia pertama yang menembus final nomor Men’s 10m Air Rifle.
Leica mengamankan medali perunggu setelah mengalahkan Begimai Orozalieva dari Kirgiztan dengan skor 6-1 pada perebutan tempat ketiga kumite +68 kilogram putri di Toyohasyi Gymnasium, Jepang.
Bagi Leica, medali tersebut menjadi pencapaian spesial meski target pribadinya sebenarnya adalah mencapai babak final.
Leica Akui Satu Kesalahan di Semifinal
Leica mengungkapkan target yang dipublikasikan memang meraih medali. Namun, secara pribadi atlet berusia 22 tahun asal Sumatera Utara itu berharap dapat melaju hingga partai puncak.
"Sebenarnya untuk target yang dipublikasikan, itu memang meraih medali, tetapi kalau target diri sendiri sebenarnya ingin sampai ke final," kata Leica dalam keterangan tertulis NOC Indonesia di Jakarta, Senin.
Langkah Leica menuju final terhenti setelah dia kalah tipis 3-4 dari atlet Thailand, Maneevan Butsuwan, pada babak semifinal.
Menurut Leica, peluang untuk mencapai final sebenarnya masih terbuka lebar. Namun, satu kesalahan membuatnya harus mengakhiri perjuangan di semifinal dan melanjutkan pertandingan untuk memperebutkan medali perunggu.
"Untuk melaju ke babak final persentase-nya masih besar, peluangnya masih ada, besar sekali, tetapi karena saya meleset di semifinal, ya hasilnya tidak bisa melaju ke final," ujar Leica.
Persembahkan Medali untuk Orangtua
Meski gagal mencapai target pribadi, Leica tetap bersyukur atas medali perunggu yang diraihnya di Asian Games 2026.
Dia menilai medali tersebut menjadi petunjuk atas perjuangan, kedisiplinan, dan berbagai pengorbanan yang telah dijalani selama proses persiapan hingga pertandingan.
Leica juga mempersembahkan medali perunggu tersebut kepada kedua orangtuanya. Menurut dia, orangtuanya selalu hadir memberikan dukungan dalam setiap kondisi.
Asian Games 2026 menjadi debut Leica di ajang tersebut. Debutnya berakhir dengan medali setelah sebelumnya mencatatkan debut di SEA Games Thailand 2025 dengan meraih medali emas pada nomor yang sama.
Ghozi Tembus Final Men’s 10m Air Rifle
Sementara itu, kabar positif datang dari cabang menembak. Kanurian Al Ghozi menjadi atlet menembak pertama Indonesia yang berhasil menembus babak final nomor Men’s 10m Air Rifle di Asian Games.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Ghozi menempati peringkat keenam pada babak kualifikasi yang berlangsung di Aichi Prefectural General Shooting Gallery.
Dari 46 atlet yang bertanding, Ghozi mencatatkan skor 630,2 poin. Torehan tersebut sekaligus menjadi skor terbaik sepanjang kariernya dalam pertandingan resmi.
“Pertandingan kali ini di luar ekspektasi saya, yang mana skor saya bisa perform di Asian Games. Sebelumnya saya belum pernah sampai 630. Lebih senangnya lagi dapat pengalaman final di Asian Games pertama,” ujar Ghozi, dikutip dari keterangan resmi NOC Indonesia, Senin.
Ghozi Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Final
Pencapaian Ghozi menjadi semakin berarti karena diraih dalam penampilan perdananya di Asian Games. Dia juga menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil melaju ke final dari tiga atlet Merah Putih yang tampil pada nomor Men’s 10m Air Rifle.
Dua wakil Indonesia lainnya, Anang Febrian dan Fathur Gustafian, belum berhasil mengikuti langkah Ghozi ke babak final. Anang menempati peringkat ke-14 dengan skor 627,4, sedangkan Fathur berada di posisi ke-23 dengan torehan 624,9.
Pada babak final, Ghozi bersaing dengan tujuh petembak terbaik dari Asia. Dia menghadapi sejumlah atlet yang memiliki pengalaman tampil di Olimpiade dan World Cup.
Ghozi akhirnya menyelesaikan babak final di peringkat kedelapan dengan perolehan 123,2 poin. Meski belum membawa pulang medali, keberhasilannya menembus final menjadi pencapaian penting sekaligus catatan bersejarah bagi tim menembak Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

2 hours ago
1

















































