Aku Hebat Tanpa Kenakalan: Mahasiswa KKN Unand Tanamkan Kesadaran Mental dan Hukum Sejak Dini di Nagari Parambahan

4 days ago 9

TARUNA - hayati

KLIKPOSITIF — Masa kanak-kanak merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan cara anak memandang dirinya sendiri. Pada usia sekolah dasar, anak mulai belajar memahami aturan, membangun relasi sosial, serta mengenali dan mengekspresikan emosi. Namun, pada fase inilah anak juga rentan melakukan berbagai perilaku yang kerap dianggap sepele, tetapi dapat berkembang menjadi bentuk kenakalan yang berdampak pada kesehatan mental dan kehidupan sosial mereka.

Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas Nagari Parambahan Periode I Tahun 2026 menginisiasi kegiatan sosialisasi bertajuk “Aku Hebat Tanpa Kenakalan” sebagai upaya menanamkan perilaku positif, kesadaran kesehatan mental, dan pemahaman dasar hukum sejak dini.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di SDN 22 Parambahan, dengan melibatkan seluruh siswa kelas I hingga kelas VI. Melalui pendekatan yang komunikatif, ramah anak, dan menyenangkan, sosialisasi dirancang untuk membantu siswa memahami makna kenakalan, dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain, serta pentingnya menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menyoroti berbagai bentuk kenakalan yang kerap muncul di lingkungan sekolah dasar, seperti membolos, tidak mengerjakan tugas, mengejek teman, hingga melakukan kekerasan fisik. Perilaku-perilaku tersebut sering dianggap hal biasa, padahal jika dibiarkan dapat berkembang menjadi kebiasaan negatif yang memengaruhi kondisi emosional anak serta relasi sosial di lingkungan sekolah.

Sosialisasi diawali dengan suasana hangat dan interaktif. Sejak awal, siswa diajak memahami bahwa kegiatan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membantu mereka menjadi pribadi yang lebih baik, saling menghargai, dan mampu mengendalikan diri.

Materi pertama disampaikan oleh Marsha Miranda dari Program Studi Psikologi. Dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, ia menjelaskan pengertian kenakalan anak serta dampaknya terhadap perasaan dan kesehatan mental. Anak-anak diajak mengenali emosi, memahami bahwa tindakan mengejek atau melanggar aturan dapat membuat orang lain merasa sedih, takut, atau kehilangan kepercayaan diri. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar membedakan perilaku baik dan buruk, tetapi juga menumbuhkan empati terhadap sesama.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Fauzan Prima Yoda dari Program Studi Hukum yang memberikan pemahaman dasar mengenai kenakalan dari perspektif hukum. Dengan penyampaian yang ringan dan mudah dipahami, siswa dikenalkan bahwa beberapa bentuk kenakalan memiliki aturan dan konsekuensi hukum. Edukasi ini bertujuan membangun kesadaran agar anak mampu berpikir sebelum bertindak, bukan menanamkan rasa takut.

Untuk menunjang pemahaman, mahasiswa KKN menggunakan media visual berupa presentasi bergambar dan ilustrasi yang disesuaikan dengan usia siswa. Pendekatan ini membuat anak-anak lebih mudah menangkap pesan dan tetap fokus selama kegiatan berlangsung. Suasana semakin hidup ketika kegiatan dilanjutkan dengan sesi permainan interaktif yang melibatkan sepuluh siswa secara acak. Melalui permainan tersebut, siswa diajak menjawab pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan, sekaligus melatih keberanian mereka untuk berbicara di depan teman-teman.

Sebagai penutup, seluruh siswa diajak mengucapkan janji bersama untuk menjauhi kenakalan dan saling menjaga satu sama lain. Janji tersebut diperkuat dengan cap jempol pada pohon janji sebagai simbol komitmen dan tanggung jawab bersama. Momen ini menjadi bagian paling berkesan, karena anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga secara aktif menyatakan tekad untuk berperilaku lebih baik.

Melalui kegiatan “Aku Hebat Tanpa Kenakalan”, mahasiswa KKN Universitas Andalas berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menjadi pribadi yang hebat tanpa harus melakukan kenakalan. Edukasi kesehatan mental dan pemahaman hukum dipadukan sebagai bekal awal agar anak mampu tumbuh dengan karakter positif, empati, dan tanggung jawab sosial.

Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama antara mahasiswa dan siswa. Anak-anak diajak memahami bahwa perilaku baik akan menciptakan rasa aman, nyaman, dan bahagia bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas berupaya berkontribusi dalam membangun generasi muda yang lebih sadar akan kesehatan mental, menghargai perbedaan, serta tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawabkarena anak yang merasa dihargai dan dipahami akan lebih mudah belajar menghargai orang lain.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news