Verifikasi Revitalisasi Sekolah 2026, Perangkat Digital Bakal Ditambah

10 hours ago 5
Verifikasi Revitalisasi Sekolah 2026, Perangkat Digital Bakal DitambahPenggunaan smart tv di jenjang SMA (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan mulai menjalankan proses verifikasi untuk program revitalisasi sekolah tahun 2026. Program ini juga diarahkan pada penguatan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar.

Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Mustakim, menyampaikan bahwa tahap verifikasi dilakukan menindaklanjuti permintaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Selain perbaikan sarana sekolah, program tersebut turut mencakup penambahan perangkat yang mendukung pembelajaran berbasis digital.

“Untuk sekarang, revitalisasi tahun 2026 itu sudah kita melakukan verifikasi sesuai dengan permintaan dari Kemendikdasmen, termasuk juga yang digitalisasi pembelajaran. Itu nantinya tiap sekolah akan ditambah lagi tahun ini menjadi tiga,” ujarnya, Rabu (29/04).

Ia menuturkan bahwa pada tahun sebelumnya, setiap sekolah telah memperoleh tiga unit perangkat penunjang. Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan kementerian, jumlah perangkat tersebut akan kembali ditambah pada tahun ini.

“Kalau tahun lalu tiap sekolah kan dapat tiga, ini menurut informasi waktu kita rakor dengan kementerian bahwa tahun ini akan ditambah lagi tiga,” katanya.

Selain penambahan tahun ini, pemerintah juga merancang penambahan perangkat serupa pada tahun 2027. Dengan skema tersebut, setiap sekolah diharapkan memiliki hingga tujuh perangkat digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, termasuk penggunaan televisi pintar dan fasilitas digital lainnya.

“Rencananya juga 2027 akan ditambah lagi tiga, akhirnya menjadi tujuh dalam setiap sekolah sudah ada yang untuk TV smartnya, digitalisasi pembelajarannya,” jelas Mustakim.

Di sisi lain, pelaksanaan revitalisasi yang berkaitan dengan perbaikan fisik bangunan sekolah juga masih dalam tahap verifikasi. Untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), usulan telah diajukan, sedangkan Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah melewati proses verifikasi di tingkat pusat.

“Terkait dengan revitalisasi, tahun ini sementara dilakukan verifikasi. SMK itu sudah pengajuan, SMA juga sudah verifikasi di pusat. Tinggal menunggu undangan untuk penandatanganan MoU,” tutur Mustakim.

Dia menambahkan bahwa pelaksanaan kerja sama dalam program ini akan dilakukan langsung oleh pihak sekolah melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan kementerian. Dalam hal ini, dinas pendidikan berperan sebagai fasilitator sekaligus pelaksana monitoring dan evaluasi selama program berlangsung.

“Sekolah langsung yang melakukan MoU dengan kementerian. Kami hanya memfasilitasi saja, kemudian nantinya menjadi tim monep dan membantu kementerian melakukan monitoring di setiap satuan pendidikan yang mendapatkan revitalisasi,” pungkasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news