Trauma Banjir 2025 Belum Hilang, Warga Tabiang Banda Gadang Kembali Berjibaku Bersihkan Lumpur

12 hours ago 4

promo hayati padang agustus

KLIKPOSITIF- Banjir kembali merendam permukiman warga di Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Senin (3/8/2026). Hujan deras yang mengguyur Kota Padang membuat aliran Batang Kuranji meluap hingga air masuk ke rumah-rumah warga.

Salah seorang warga, Ina Lusiana (49), mengatakan air mulai menggenangi rumahnya sekitar pukul 13.30 WIB. Dalam waktu singkat, genangan mencapai setinggi pinggang orang dewasa.

“Air masuk ke dalam rumah sekitar pukul 13.30 WIB. Langsung menenggelamkan seisi rumah, setinggi pinggang orang dewasa,” ungkap Ina, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga

Rumah Sakit Siti Rahmah Padang Kebanjiran, Senin (3/8/2026)

Petugas membersihkan Pompa yang terendam banjir di SPBU Air Pacah, Selasa (4/8/2026)

Banjir membawa lumpur yang mengotori seluruh isi rumah. Ina bersama suami, dua anak, menantu, serta dua cucunya harus membersihkan rumah hingga pukul 01.00 WIB. Hingga Selasa pagi, sisa lumpur masih terlihat dan proses pembersihan terus dilakukan.

Menurut Ina, keluarga telah meninggikan halaman rumah sekitar satu meter dan menghabiskan biaya sekitar Rp15 juta untuk mengecor beranda. Namun, upaya itu belum mampu menahan air banjir yang kembali masuk ke rumah.

“Halaman sudah kami tinggikan satu meter supaya air tidak masuk lagi, tapi tetap masuk,” katanya.

Ina mengaku banjir kali ini kembali mengingatkannya pada banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025. Hingga kini, sejumlah rumah di sekitar lokasi masih menyisakan kerusakan akibat bencana sebelumnya.

Menantu Ina, Franz (25), mengatakan debit air naik sangat cepat. Dalam waktu sekitar 30 menit, air sudah menggenangi rumah hingga keluarga harus menyelamatkan diri ke lantai dua.

“Air tinggi, sudah bisa berenang di dalam rumah. Kalau berdiri, cuma tangan yang keluar, badan dan kepala tenggelam,” terangnya

Ia mengatakan banjir mulai surut sekitar pukul 17.00 WIB dan keluarga langsung membersihkan rumah. Ia juga masih teringat suasana mencekam saat banjir bandang 2025, ketika keluarganya terjebak semalaman di lantai dua rumah dalam kondisi listrik padam sebelum akhirnya dievakuasi tim SAR keesokan harinya.

Ia berharap pemerintah segera membangun infrastruktur pengendali banjir di Batang Kuranji agar bencana serupa tidak terus berulang.

“Kalau belum dibangun sabo dam di Batang Kuranji, banjir ini akan terus berulang,” ujarnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news