PADANG, KLIKPOSITIF — Telur selama ini kerap dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung. Namun, perkembangan penelitian menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Bagi sebagian besar orang sehat, konsumsi satu butir telur per hari masih dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat untuk jantung.
Satu butir telur berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein dengan hanya sekitar 70 kalori. Protein dalam telur tergolong berkualitas tinggi karena menyediakan sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh, tetapi tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh.
Selain protein, telur juga mengandung berbagai zat gizi penting, seperti kolin yang berperan dalam fungsi otak dan saraf, fosfor, kalsium, kalium, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin yang mendukung kesehatan mata. Telur juga mengandung vitamin A, B, dan D.
Kolesterol dalam Telur
Kuning telur memang mengandung kolesterol. Namun, penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kolesterol dari makanan tidak selalu menjadi faktor utama yang menentukan kadar kolesterol dalam darah.
Sebagian besar kolesterol dalam tubuh diproduksi oleh hati. Sementara itu, konsumsi lemak jenuh dan lemak trans memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kesehatan jantung dibandingkan kolesterol makanan.
Satu butir telur hanya mengandung sekitar 1,5 gram lemak jenuh dan tidak mengandung lemak trans. Karena itu, bagi kebanyakan orang sehat, mengonsumsi satu butir telur setiap hari tidak secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Perhatikan Makanan Pendamping
Meski telur dapat menjadi pilihan sehat, cara mengolah dan makanan yang dikonsumsi bersamanya tetap penting. Telur yang disantap bersama sosis, daging olahan, bacon, ham, mentega dalam jumlah banyak, atau keju dapat meningkatkan asupan lemak jenuh dan natrium.
Sebagai alternatif, telur dapat diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dimasak menggunakan sedikit minyak zaitun. Sajikan bersama sayuran seperti bayam atau jamur untuk mendapatkan makanan yang lebih seimbang.
Dilansir dari laman Harvard. Health. Edu, telur tidak perlu dihindari hanya karena kandungan kolesterolnya. Pola makan secara keseluruhan, terutama jumlah lemak jenuh dan lemak trans yang dikonsumsi, tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan jantung.

7 hours ago
6




















































