Telkom Gandeng Pemkot Bukittinggi Luncurkan Program ‘EduMind Wellbeing & AI Camp’

15 hours ago 5

BUKITTINGGI,KLIKPOSITIF – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara resmi meluncurkan program EduMind Wellbeing & AI Camp di Balai Sidang Bung Hatta, Bukittinggi.

Program ini berlangsung pada 11-13 Juni 2026 dan menargetkan 300 Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kota Bukittinggi sebagai proyek percontohan (pilot project) dalam penguatan ekosistem pendidikan yang aman, sehat secara psikologis, serta adaptif terhadap pesatnya perkembangan
teknologi kecerdasan artifisial (AI).

Kegiatan strategis ini dirancang sebagai langkah nyata mengatasi maraknya kasus perundungan (cyberbullying) dan tekanan digital yang kerap melanda generasi muda.

Program EduMind Wellbeing & AI Camp ini merupakan bentuk nyata implementasi TJSL dari program flagship pendidikan Social Responsibility Center (SRC) Telkom, yaitu BISA pandAI.

Melalui visi peningkatan kualitas pendidikan dan sosial ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan digital cerdas, agenda di Bukittinggi ini mengadopsi pilar BISA MAHIR untuk membangun kompetensi talenta AI muda, menumbuhkan inovasi pemanfaatan solusi digital di masyarakat, sekaligus memastikan keberlanjutan (sustainability) karya digital yang dihasilkan.

Peluncuran agenda akbar ini dihadiri langsung oleh sejumlah figur pemangku kebijakan daerah dan otoritas pendidikan tingkat provinsi.

Telkom menggandeng mitra pelaksana, yaitu Yayasan Maleo Talenta Cendekia melalui EduMind sebagai aplikasi psikologi pendidikan digital yang berfungsi memantau kondisi emosional siswa (student wellbeing) dan mendeteksi dini risiko psikologis serta hambatan belajar, guna membantu guru BK menciptakan ekosistem sekolah yang aman dan sehat.

Manager Economic, Law & Government Development, Social Responsibility Center, Telkom Indonesia, Aline Zivana S.Si., MBA, selaku Manager Economic, Law & Government Development, Social Responsibility Center, Telkom Indonesia, menegaskan komitmen Telkom melalui payung besar BISA pandAI melampaui pemenuhan infrastruktur konektivitas digital semata.

Telkom bertanggung jawab moral secara penuh untuk mengawal pembentukan ketahanan mental (mental resilience) sekaligus kecakapan teknologi generasi muda di era disrupsi informasi.

“Saat ini, Generasi Z menghadapi tekanan digital yang luar biasa masif—mulai dari fenomena FOMO, cyberbullying, hingga kecemasan sistemik akan masa depan mereka. Melalui program flagship BISA pandAI, Telkom berkomitmen penuh membangun Digital Talent Pool bangsa yang tangguh dan beretika,” ungkap Aline, Kamis 11 Juni 2026.

“Kita ingin mengedukasi adik-adik kelas 10 dan 11 agar tidak terjebak sebagai konsumen atau korban teknologi semata. Sebaliknya, melalui pilar peningkatan kompetensi AI dan literasi digital ini, mereka didorong menjadi pencipta (creator) dan pemecah masalah (problembsolver) dari lingkungan sekolah. Kita harus mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan oleh teknologi,” ujar Aline Zivana.

Sebagai basis pelaksanaan teknis, platform EduMind hadir membawa paradigma ilmiah ‘Setiap Anak Berharga, Setiap Potensi Terjaga’.

Platform ini menyediakan School Wellbeing Dashboard sebagai basis data akurat bagi guru Bimbingan dan Counseling (BK) serta wali kelas, yang dilengkapi dengan layanan Incident Escalation Support dan konsultasi implementasi.

“Tidak hanya bergerak di lingkungan sekolah, EduMind juga menjembatani sinergi dengan orang tua melalui fitur Parent Access & Insight serta Monthly Parenting Webinar. Langkah integratif ini dihadirkan demi mewujudkan ekosistem Sekolah Ramah Anak (SRA) serta program inklusi pendidikan yang responsif, aman, dan menyeluruh,” tambahnya.

Sinergi pemanfaatan teknologi positif ini turut diperkuat oleh kapabilitas Educourse.id, mitra strategis program sekaligus pionir pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial di Indonesia sejak 2020.

Platform STEM ini menerapkan metode blended learning yang memadukan kecerdasan artifisial (AI) dan Augmented Reality (AR) guna mentransformasikan kurikulum materi yang interaktif serta aplikatif bagi para peserta camp.

Penguatan ini selaras dengan lingkup BISA MAHIR dalam membekali siswa dengan literasi dasar AI (konsep dan etika AI terkait privasi serta bias data).

Mewakili otoritas pendidikan provinsi, Kepala Seksi SMK dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumatera Barat, dra. Mirawati, M.Si, mengingatkan jajaran pendidik mengenai urgensi keseimbangan aspek digital.

“Pembelajaran digital telah mengubah lanskap dunia pendidikan secara fundamental. Namun, sekolah wajib menjamin tiga pilar utama yakni keamanan fisik, keamanan psikologis, dan keamanan digital peserta didik. Kehadiran Telkom dengan membawa semangat BISA pandAI ini memberikan jawaban bahwa secanggih apa pun teknologi pintar yang kita terapkan, fondasi karakter moral, integritas, dan skor Digital Ethic tidak akan pernah bisa tergantikan oleh mesin,” pungkasnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, memberikan apresiasi tertingginya.

Pemkot Bukittinggi berkomitmen mendukung penuh arah kebijakan integrasi sekolah sehat-cerdas ini agar pembangunan sarana prasarana fisik di daerah senantiasa berjalan beriringan dengan kesiapan kompetensi sumber daya manusia digital.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan Social Value berupa peningkatan daya saing talenta digital Indonesia sejak dini, agar para siswa tidak rapuh dan terjebak menjadi ‘generasi strawberry’.

Melalui pelaksanaan pilot project di Bukittinggi ini, Telkom berharap dampak intervensi (impact delivery) program dapat terukur secara berkala, baik dari peningkatan skor STEM siswa, terciptanya
indeks digital yang positif, hingga perluasan adopsi produk digital Telkom yang inklusif dan membawa berkah sosial bagi masyarakat luas.

(*)

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news